Tribun

Virus Corona

Para Ilmuwan Fokus pada Hipotesis Covid-19 Berasal dari Hewan: Tak Ada Bukti Teori Kebocoran Lab

Para ilmuwan fokus pada hipotesis bahwa Covid-19 berasal dari hewan. Sebut tidak temukan bukti hipotesis virus Corona dari kebocoran laboratorium.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
zoom-in Para Ilmuwan Fokus pada Hipotesis Covid-19 Berasal dari Hewan: Tak Ada Bukti Teori Kebocoran Lab
Freepik
ilustrasi virus corona - Para ilmuwan fokus pada hipotesis bahwa Covid-19 berasal dari hewan. Sebut tidak temukan bukti hipotesis virus Corona dari kebocoran laboratorium. 

TRIBUNNEWS.COM - Dua tahun pandemi Covid-19 melanda dunia, asal mula virus yang telah menewaskan lebih dari 5,2 juta jiwa itu masih menjadi misteri.

Setidaknya ada dua hipotesis yang disebut menjadi sumber virus tersebut, yakni dari hewan atau kebocoran laboratorium.

Kebanyakan ilmuwan percaya virus Corona muncul di alam liar dan menular dari kelelawar ke manusia, baik secara langsung atau melalui hewan lain.

Sekarang, dengan jumlah kasus global mencapai 269 juta, para ilmuwan berusaha untuk tetap fokus pada hipotesis virus berasal dari hewan, atau yang mereka sebut sebagai zoonosis.

"Skenario kebocoran laboratorium mendapat banyak perhatian, Anda tahu, di tempat-tempat seperti Twitter, tetapi tidak ada bukti bahwa virus ini ada di laboratorium," kata ilmuwan Universitas Utah Stephen Goldstein yang bersama 20 orang lainnya menulis sebuah artikel dalam jurnal Cell pada Agustus dengan memaparkan bukti hipotesis hewan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Mingguan di AS Naik 37 Persen, Angka Kematian Meningkat 28 Persen

Baca juga: Prof Tjandra Sebut Ada Lima Hal Baru Tentang Covid-19

Michael Worobey, ahli biologi evolusioner di University of Arizona yang berkontribusi pada artikel tersebut, mengatakan dia selalu berpikir penularan zoonosis lebih mungkin terjadi daripada kebocoran laboratorium.

Meski demikian, Worobey sebelumnya ikut menandatangani surat dengan ilmuwan lain yang mengatakan kedua teori itu layak.

Sejak itu, katanya, penelitiannya sendiri dan penelitian orang lain telah membuatnya semakin percaya diri tentang hipotesis hewan, yang jauh lebih didukung oleh data.

Bulan lalu, Worobey menerbitkan garis waktu Covid-19 yang menghubungkan kasus manusia pertama yang diketahui ke Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, China, tempat hewan hidup dijual.

"Ide kebocoran lab hampir pasti merupakan gangguan besar yang mengalihkan fokus dari apa yang sebenarnya terjadi," katanya seperti dikutip Associated Press.

Namun, ilmuwan lain tidak sependapat dengan Worobey, katanya.

Selama musim panas, Presiden Amerika Serikat Joe Biden memerintahkan badan intelijen untuk mencari asal usul Covid-19.

Empat badan intelijen AS percaya dengan keyakinan rendah bahwa virus itu awalnya ditularkan dari hewan ke manusia, dan satu lembaga percaya dengan keyakinan sedang bahwa infeksi pertama terkait dengan laboratorium.

Beberapa pendukung hipotesis kebocoran laboratorium telah berteori bahwa peneliti secara tidak sengaja terpapar karena praktik keselamatan yang tidak memadai saat bekerja dengan sampel dari alam liar, atau mungkin setelah membuat virus di laboratorium.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas