Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

UPDATE Kasus Omicron di RI Jadi 572 Orang, Mayoritas Alami Gejala Batuk, Pilek, dan Demam

-Angka kasus varian Omicron bertambah 66 kasus, tercatat totalnya menjadi 572 kasus pada Rabu (12/1/2022).

Editor: Anita K Wardhani
zoom-in UPDATE Kasus Omicron di RI Jadi 572 Orang, Mayoritas Alami Gejala Batuk, Pilek, dan Demam
kolase tribunkjabar/pixabay.com
Ilustrasi batuk dan virus Covid-19.UPDATE Kasus Omicron di RI Jadi 572 Orang, Mayoritas Alami Gejala Batuk, Pilek, dan Demam 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Angka kasus varian Omicron bertambah 66 kasus, tercatat totalnya menjadi 572 kasus pada Rabu (12/1/2022).

Penambahan kasus tersebut terdiri dari 33 kasus dari pelaku perjalanan internasional dan 33 orang transmisi lokal.

Seluruh pasien wajib menjalankan karantina kesehatan. Sekitar 339 orang menjalani karantina RSDC Wisma Atlet Kemayoran dan sisanya menjalani karantina di RS yang telah ditunjuk oleh Satgas Penanganan Covid-19.

Baca juga: Biden Gandakan Alat Tes Covid Gratis dan Kerahkan Nakes ke 6 Negara Bagian yang Hadapi Kasus Omicron

Baca juga: Nambah Lagi, Kasus Lokal Omicron di Jabar Jadi Delapan

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

dr. Siti Nadia Tarmizi menyebutkan tidak ada perbedaan karakteristik gejala antara pasien perjalanan luar negeri dan pasien transmisi lokal.

Sebagian besar gejalanya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak yang dialami pasien adalah batuk, pilek dan demam.

Berita Rekomendasi

“Hampir setengahnya atau sekitar 276 orang telah selesai menjalani isolasi, sedangkan sisanya 296 orang masih isolasi. Dari hasil pemantauan di lapangan, mayoritas gejalanya ringan dan tanpa gejala. Jadi belum butuh perawatan yang serius,” katanya Jumat (14/1/2022).

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.
Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi. (Tangkap layar kanal YouTube KompasTV)

Penambahan kasus Omicron dalam beberapa waktu terakhir telah berimplikasi pada lonjakan kasus harian nasional.

Bahkan proporsi varian Omicron jauh lebih banyak dibandingkan varian delta.

“Dari hasil monitoring yang dilakukan Kemenkes, kasus probable Omicron mulai naik sejak awal tahun 2022. Sebagian besar dari pelaku perjalanan luar negeri, hal ini turut berdampak pada kenaikan kasus harian Covid-19 di Indonesia,” tuturnya.

Menghadapi lonjakan kasus COVID-19, Kementerian Kesehatan akan meningkatkan pelaksanaan 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment terutama di daerah yang berpotensi mengalami penularan kasus tinggi, terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Mengingat varian ini jauh lebih cepat menyebar dibandingkan varian delta, dr. Nadia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M dan menyegerakan mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas