Tribun

Virus Corona

Ikatan Dokter Indonesia Prediksi Puncak Omicron Terjadi Februari 2022, Masyarakat Diminta Waspada

Ikatan Dokter Indonesia prediksi puncak kasus varian Omicron terjadi pada awal Februari 2022. Masyarakat diimbau tetap waspada dan hati-hati.

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Daryono
zoom-in Ikatan Dokter Indonesia Prediksi Puncak Omicron Terjadi Februari 2022, Masyarakat Diminta Waspada
Freepik
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron. - IDI prediksi puncak kasus varian Omicron terjadi pada Februari 2022, masyarakat diimbau tetap waspada. 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan virus Corona varian Omicron ke dalam daftar variant of concern atau varian yang menjadi perhatian.

Varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2021, lalu.

Kini, Omicron telah menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Kasus Covid-19 baru-baru ini juga mengalami peningkatan.

Pada Sabtu (15/1/2022), pemerintah mengumumkan data penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.054 pasien.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih, sudah meminta para tenaga kesehatan (nakes) bersiap menghadapi ancaman lonjakan kasus Omicron di Indonesia, yang puncak kasusnya diprediksi terjadi pada awal Februari mendatang.

”Yang kami lakukan adalah mengingatkan kawan-kawan di daerah untuk bersiap-siap," kata Daeng dalam diskusi bertajuk 'Bersiap Hadapi Gelombang Omicron' yang disiarkan secara daring, Sabtu (15/1/2022), sebagaimanan diberitakan Serambinews.com.

Daeng juga meminta para tenaga medis bekerja mematuhi protokol kesehatan dan berhati-hati.

Baca juga: Masyarakat Diminta Waspada terkait Prediksi Puncak Gelombang Ketiga Covid-19 Februari 2022

Baca juga: Omicron Melonjak Jadi 748 Kasus, 155 diantaranya Transmisi Lokal

Dia berharap tidak ada lagi tenaga kesehatan yang gugur dalam peperangan melawan Covid-19.

"Kemudian kawan-kawan di daerah untuk menghadapi ini dengan sangat hati-hati karena kita tidak mau kita sudah berjibaku membantu dan kemudian kita terpapar sakit dan banyak yang gugur," ungkapnya.

Daeng menuturkan, meskipun kasus Omicron telah terdeteksi, tetapi bergejala ringan.

Ia meminta tenaga kesehatan di daerah tetap bersiaga terhadap lonjakan kasus Corona dan meningkatkan pelayanan.

Di saat yang sama Daeng meminta pemerintah lebih memperketat pintu masuk negara dari luar negeri.

Menurutnya, langkah itu diperlukan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas