Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Epidemiolog Setuju Indonesia Tak Perlu Buru-buru Transisi ke Endemi Covid-19

Pakar epideomiologi sependapat Indonesia tak perlu buru-buru transisi ke endemi Covid-19.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Shella Latifa A
zoom-in Epidemiolog Setuju Indonesia Tak Perlu Buru-buru Transisi ke Endemi Covid-19
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Vaksinator menyuntikkan vaksin booster atau dosis ketiga Covid-19 kepada warga di The Kabasalanka Hall, Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (9/2/2022). Pemerintah mempercepat pemberian vaksin booster kepada warga untuk mengurangi peningkatan kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah negara seperti Denmark, Inggris hingga Singapura telah berani mencabut pengetatan aktivitas di masa pandemi Covid-19.

Hal ini dilakukan negara-negara itu sebagai langkah menuju transisi dari pandemi ke endemi Covid-19.

Sementara, pemerintah Indonesia lebih memilih untuk melakukan transisi secara bertahap dan hati-hati.

Pakar Epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman pun sependapat bahwa Indonesia tak perlu buru-buru transisi menuju endemi.

Baca juga: Luhut Ungkap Beberapa Indikator Penetapan Status Endemi Covid-19, Salah Satunya Tingkat Kekebalan

Menurutnya, Indonesia sudah memiliki modal yang cukup ke arah pemulihan akibat pandemi, khususnya cakupan vaksinasi.

Ia meminta langkah pemulihan yang baik jangan terganggu dengan upaya deklarasi endemi.

"Kalau kita ikut-ikutan (deklarasi endemi) itu merugikan. Merusak skema kita, on track kita," kata Dicky saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (23/2/2022).

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman.
Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. (dok pribadi)
Rekomendasi Untuk Anda

Dicky pun mengingatkan berbagai negara yang mendeklarasi endemi tetapi akhirnya kembali pada kondisi terpuruk.

"Skandinavia angka kematiannya meningkat mereka menggangap itu (pasien Covid-19 meninggal) sebagai korban upaya pemulihan. Saya sangat menetang itu."

"Negara yang memilih deklarasi atau melonggarkan, seperti Inggris, sempat seperti itu,  balik (perketat) lagi. Singapura, sempat seperti itu meralat lagi," tutur dia.

3T, Disiplin Prokes, Jangan Abai

Menuju masa transisi ke endemi, ada beberapa upaya yang harus dibarengi selain vaksinasi, seperti kapasitas 3T dan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Ia juga mewanti-wanti jika masyarakat abai dengan resiko Covid-19, kemungkinan Indonesia menuju endemi akan semakin mundur.

Baca juga: Angka Kematian akibat Covid-19 Terus Meningkat dalam 3 Hari Terakhir

Baca juga: Infeksi Covid-19 Dapat Picu Long Covid-19 yang Turunkan Kualitas SDM

Untuk itu, dalam mewujudkan akhir pandemi, masyarakat juga ikut beeperan di dalamnya, bukan hanya pemerintah.

"Terus meningkatkan komunikasi resiko, manajemen pandemi, leadership setiap tingkatan. Termasuk di masyarakat sendiri, konsistensi 5M."

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas