Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Agar Lepas dari Status Pandemi, WHO Perbarui Rekomendasi Perilaku Hidup Bersih Saat Aktivitas

Jubir Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan rekomendasi perilaku yang seharusnya dilakukan setelah terlepas dari pandemi.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Agar Lepas dari Status Pandemi, WHO Perbarui Rekomendasi Perilaku Hidup Bersih Saat Aktivitas
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga memakai masker saat berada di jalur pedestrian Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (18/5/2022). Sejumlah warga menyambut baik kebijakan pemerintah yang memperbolehkan masyarakat beraktivitas di luar ruangan tanpa masker. Meski demikian, mereka mengaku akan tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan karena masih khawatir dengan paparan Covid-19. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan rekomendasi perilaku yang seharusnya dilakukan setelah terlepas dari belenggu pandemi Covid-19.

Sebelumnya Wiku mengingatkan jika perilaku hidup bersih adalah kunci menghadapi pandemi selanjutnya.

Baca juga: Ketua Umum PB IDI Diundang WHO ke Jenewa, Adib: IDI Organisasi Profesi Kedokteran yang Diakui

Di antaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan maupun menjauhi kerumunan.

Juru Bicara Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito saat konferensi pers secara virtual, Rabu (8/6/2022).
Juru Bicara Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito saat konferensi pers secara virtual, Rabu (8/6/2022). (Tribunnews.com/ Naufal Lanten)

Pada Mei 2022 lalu, dengan prinsip patuhi bersama, terlindungi bersama, WHO memperbaharui rekomendasi perilaku masyarakat dalam beraktivitas.

Dengan menyesuaikan kondisi kasus covid-19 secara global.

Inisiatif Vaksin

Binda Bali menggelar vaksinasi Covid-19.
Binda Bali menggelar vaksinasi Covid-19. (ist)
Berita Rekomendasi

Pertama, inisiatif untuk vaksinasi sesuai jadwal yang ditetapkan dan mengikuti kaidah yang berlaku.

Baca juga: Setelah Pelonggaran, Kapan Bebas Masker Sepenuhnya? Berikut Penjelasan Pemerintah 

Jaga Jarak, Tetap Jauhi Kerumunan

Petugas membawa papan imbauan pencegahan COVID-19 pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (13/11/2021). Pameran otomotif GIIAS 2021 digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat diantaranya pengunjung sudah menjalani vaksinasi COVID-19 sebanyak dua kali, terdaftar di aplikasi PeduliLindungi, selalu mengenakan masker, mencuci tangan secara berkala, dan selalu menjaga jarak. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas membawa papan imbauan pencegahan COVID-19 pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (13/11/2021). Pameran otomotif GIIAS 2021 digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat diantaranya pengunjung sudah menjalani vaksinasi COVID-19 sebanyak dua kali, terdaftar di aplikasi PeduliLindungi, selalu mengenakan masker, mencuci tangan secara berkala, dan selalu menjaga jarak. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Kedua usahakan menjaga jarak jika mampu.

Bahkan dengan orang yang tampak sehat sekalipun, lalu menjauhi kerumunan.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kualitas Udara di Rumah untuk Mencegah Virus Maupun Bakteri

Hal ini untuk menjamin proteksi terbaik dari peluang yang masih tetap ada dari pandemi Covid-19.

Pakai Masker di Ruang Tertutup dan Minim Sirkulasi Udara

Sejumlah member melakukan gerakan pilates di Studio Pilates Re Bar, Kelapa Gading, Sabtu (2/4/2022). Dengan dibukanya Pilates Re Bar beberapa waktu lalu diharapkan bisa menjadi solusi bagi setiap orang yang ingin menerapkan healty lifestyle mereka selama masa pandemi Covid-19. Pilates Re Bar juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan selalu menggunakan masker di lingkungan studio dan juga mencuci tangan dengan sabun dan juga menjaga jarak. Tribunnews/Jeprima
Sejumlah member melakukan gerakan pilates di Studio Pilates Re Bar, Kelapa Gading, Sabtu (2/4/2022). Dengan dibukanya Pilates Re Bar beberapa waktu lalu diharapkan bisa menjadi solusi bagi setiap orang yang ingin menerapkan healty lifestyle mereka selama masa pandemi Covid-19. Pilates Re Bar juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan selalu menggunakan masker di lingkungan studio dan juga mencuci tangan dengan sabun dan juga menjaga jarak. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Ketiga gunakan masker yang sempurna, menutupi mulut dan hidung ketika sulit menjaga jarak dan dalam ruangan tertutup.

Begitu juga pada tempat yang memiliki sirkulasi udara minim.

Sering Membersihkan Tangan

TRIBUNNEWS.COM, NTT - Gabriella da Silva - Head of Public Relations Wings Group Indonesia, Josef Nae Soi - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, dan Yudhistira Yewangoe - Chief of Field Office NTT & NTB UNICEF Indonesia meresmikan Signature Icon sebagai sarana cuci tangan yang hadir di Pantai Lasiana Kupang NTT (30/3/2022) sebagai tanda peresmian kampanye Indonesia Bergerak Lawan Kuman yang diprakarsai NUVO Family dalam membangun sarana cuci tangan yang hadir dan tersebar di 150 titik di Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur dan Jawa Tengah. //ist/xis
TRIBUNNEWS.COM, NTT - Gabriella da Silva - Head of Public Relations Wings Group Indonesia, Josef Nae Soi - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, dan Yudhistira Yewangoe - Chief of Field Office NTT & NTB UNICEF Indonesia meresmikan Signature Icon sebagai sarana cuci tangan yang hadir di Pantai Lasiana Kupang NTT (30/3/2022) sebagai tanda peresmian kampanye Indonesia Bergerak Lawan Kuman yang diprakarsai NUVO Family dalam membangun sarana cuci tangan yang hadir dan tersebar di 150 titik di Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur dan Jawa Tengah. //ist/xis (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Keempat sering membersihkan tangan dengan tisu basah beralkohol, sabun atau air.

Baca juga: Cara Cegah Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes: Tidak Bergantian Alat Makan hingga Cuci Tangan

Jaga Etika Batuk

Ilustrasi Batuk (Pixabay/renateko)
Ilustrasi Batuk (Pixabay/renateko) (Pixabay/renateko)

Kelima terapkan etika batuk, menutup hidung dan mulut dengan siku saat bersin.

"Jika menggunakan tisu, untuk menutupi hidung dan mulut segera buang dan mencuci tangan setelahnya.

Baca juga: Kenapa Hingga Hari Ini Dunia Masih Berstatus Pandemi Covid-19?

Ketika merasakan gejala Covid-19, segera periksakan diri dan berinisiatif memeriksakan dan isolasi mandiri sampai sembuh," papar Wiku.

Wiku pun mengatakan, rekomendasi hidup bersih yang berkelanjutan ini diharapkan dapat dilakukan bersamaan dengan sikap percaya diri.

Tentu dengan menerapkan serta didukung oleh edukasi yang baik.

Pandemi Belum Berakhir, Komunikasi Risiko Dari Pemerintah Sangat Diperlukan

Sementara itu, Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengatakan jika pemerintah harus menyampaikan secara strategi komunikasi.

Bahwa pandemi belum berakhir, berarti ada masalah situasi secara global ya g masih serius.

Ada risiko lahirnya situasi perburukan, serta kemunculan varian baru masih ada.

Baca juga: Pakar Epidemiologi Ingatkan Tetap Waspada, Meski Telah Vaksin Lengkap Masih Bisa Terinfeksi Covid-19

"Entah dari luar, terutama negara Korea Utara, Afrika, atau mungkin dari Cina. Karena cakupan vaksinasi belum memadai. Atau dari negara seperti kita, ini yang harus disampaikan," kata Dicky pada Tribunnews, Rabu (8/6/2022).

Sehingga pelonggaran yang dilakukan itu harus disertai dengan literasi. Agar terbangun kesadaran masyarakat secara mandiri.

Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman
Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman (Dokumentasi pribadi)

Tujuannya untuk melakukan penilaian risiko.

Sehingga masyarakat memahami, misalnya kapan dan dimana bisa membuka masker.

Hal ini harus dibangun sedari dini.

Karena kalau tidak, ketika memberikan peluang sehingga virus menginfeksi, artinya ada peluang virus bermutasi. Dan akhirnya berpotensi melahirkan varian baru.

"Ini kalau disebut harus waspada, harus tetap waspada karena masih pandemi. Jadi bahasa komunikasi yang dibangun harus sesuai strategi komunikasi risiko yang membangun kewaspadaan," tegasnya.

Menurut Dicky, dunia makin rawan dan butuh peran kita agar lebih sehat. Dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Misalnya memakai masker, cuci tangan dan kalau sakit di rumah saja.

Perilaku ini harus dilakukan sedari sekarang. Selain meningkatkan kualitas air, udara, tanah.

Terutama udara, karena penyakit yang ditularkan melalui udara bukan hanya Covid-19.

"Mengendalikan covid bukan hanya dari perilaku, bukan hanya vaksin, bukan hanya obat, tapi juga bicara bagaimana meningkatkan kualitas udara," papar Dicky

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas