Tribun

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak, Pakar Imbau Pemerintah Ambil Kebijakan Lebih Agresif Suntik Booster

pemerintah diimbau mengambil kebijakan lebih agresif untuk memastikan masyarakat mendapatkan booster.

Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Kasus Covid-19 Melonjak, Pakar Imbau Pemerintah Ambil Kebijakan Lebih Agresif Suntik Booster
WARTA KOTA/WARTA KOTA/YULIANTO
Warga mengikuti vaksin booster di Sentra Vaksinasi Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2022). Pemerintah bekerjasama dengan sejumlah pihak terus melaksanakan giat vaksinasi Covid-19. Banyak sentra vaksinasi yang masih dibuka di sejumlah tempat di DKI Jakarta. Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada tambahan 3.696 kasus baru corona pada 1 Agustus 2022. Dengan penambahan tersebut, jumlah kasus Covid-19 sejak pandemi terjadi di Indonesia mencapai 6.210.794 kasus positif Corona. Warta Kota/YULIANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Penasihat Satgas Covid 19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Profesor Zubairi Djoerban mengimbau kepada pemerintah agar mengambil kebijakan lebih agresif untuk memastikan masyarakat mendapatkan booster.

"Indonesia harus berhati-hati dan bersikap hadapi peningkatan kasus Covid-19 dan
kematian, ke depan. Perlu kebijakan lebih agresif lagi untuk memastikan masyarakat,
terutama lansia mendapatkan booster. Apapun variannya, kuncinya itu tetap masker,
vaksinasi, dan zero covid strategy," kata Prof Zubairi dikutip Tribunnews.com dari akun Twitter pribadinya @ProfesorZubairi, Jumat (25/11/2022).

Sebelumnya, peneliti keamanan dan ketahanan kesehatan global, Dicky Budiman menilai pemerintah terlalu abai dengan mutasi Covid-19 yang masih terus terjadi.

Hal ini membuat kasus Covid-19 kembali meningkat mencapai 5.000 kasus per hari.

"Kalau abai jelas terlihat, dari komunikasi yang terlalu optimis tapi kurang membangun kewaspadaan. Termasuk kurangnya ketersediaan vaksin booster," kata Dicky, Sabtu (5/11/2022).

"Pemerintah harus lebih tegas menerapkan protokol kesehatan di masyarakat. Laju vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster juga harus terus dipercepat," ujarnya.

Adapun untuk mencegah penularan, Dicky mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, memakai masker, hingga menjaga jarak.

Kemudian, dia menilai, pengaturan bekerja dari rumah (WFH) dan bekerja dari kantor (WFO) perlu dilakukan.

Baca juga: Cara Daftar Vaksinasi Booster Melalui PeduliLindungi, Beserta Jenis Vaksinnya

Adapun sisanya adalah tanggung jawab pemerintah, meliputi deteksi dini dan menyipkan vaksin.

Sebagaimana diketahui, kasus Covid-19 kembali mengalami peningkatan sejak Oktober 2022 imbas subvarian Omicron XBB, XBB.1, dan BQ.1.

Setelah beberapa bulan landai, belakangan, kasus harian Covid-19 di tanah air kembali melonjak melewati angka 5.000, bahkan 8.000 kasus.

Data terbaru Satgas Covid-19 yang dirilis pada Kamis (24/11/2022) memperhatikan, terjadi penambahan 7.110 kasus virus corona dalam sehari.

Pada periode yang sama, ada 41 kasus kematian dan 7.669 pasien sembuh.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bahkan memperkirakan peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia akan memuncak dalam waktu dekat setelah perlahan naik
kembali sejak 25 Oktober.

"Sekarang kasus Covid-19 sudah lebih tinggi, sudah di atas 60 persen. Jadi saya rasa,
sebentar lagi pasti akan sampai puncak," kata Budi Gunadi Sadikin usai konferensi pers
Indonesia Memanggil Dokter Spesialis di Gedung Kemenkes RI, Jumat (18/11).

Merespons ini, Budi mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker, baik di
dalam ruangan maupun saat berkerumun. Dia juga mengingatkan warga untuk segera
vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas