Menanti Keputusan Penghentian PPKM, Airlangga: Akan Diumumkan Presiden
Menteri Kooordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam satu sampai dua hari ke depan Jokowi bakal umumkan keputusan penghentian PPKM
Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Sri Juliati
Menurut Dicky, penghentian PPKM dikhawatirkan bisa meningkatkan kasus Covid-19.
Hal ini merujuk dengan tingginya mobilitas masyarakat di akhir tahun.
Menurut prediksi pergerakan masyarakat pada libur Nataru tahun ini akan mencapai 44,17 juta orang
Dikhawatirkan, penghentian PPKM ini justru mengundang masalah baru di tengah ancaman situasi global.
"Situasi ini menjadi sangat rawan ketika kita menghadapi Nataru (Natal dan tahun baru), terus mau dicabut PPKM-nya."
"Ini kan namanya mengundang masalah di tengah ancaman situasi global yang tidak menentu itu," kata Dicky, Senin (26/12/2022) dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Lonjakan Covid-19 di China Hantam Perekonomian hingga Mengakibatkan Produksi di Pabrik Terganggu
Lebih lanjut Dicky juga khawatir soal pergerakan masyarakat yang bisa membawa virus dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Apalagi saat ini pemeriksaan dan pelacakan (testing and tracing) dalam mendeteksi Covid-19, semakin rendah.
Lebih lanjut, Dicky pun meminta agar aturan PPKM yang telah ditetapkan sebelumnya, diselesaikan terlebih dahulu.
Yakni aturan PPKM yang selesai hingga 9 Januari 2023 nanti.
"(Aturan) PPKM-nya sampai 9 Januari, menurut saya selesaikan dulu itu, karena Natal dan tahun baru ini punya potensi perburukan," ucap Dicky.
Terlebih WHO hingga saat ini belum berani mendeklarasikan dunia terbebas dari Covid-19.
Baca juga: Anggaran Kemenkes 2023 Tidak Lagi Diprioritaskan untuk Penanganan Pandemi Covid-19
Update Covid-19
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.