Uni Eropa Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis ke China Saat Wabah Melonjak
China terbuka untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama dengan komunitas internasional untuk menghadapi tantangan pandemi
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS – Uni Eropa pada Selasa (3/1/2023) mulai menawarkan vaksin Covid-19 secara gratis ke China.
Langkah tersebut dilakukan Uni Eropa menyusul lonjakan kasus infeksi Covid-19 yang saat ini terjadi di China ketika Pemerintah Beijing mulai melonggarkan kebijakan nol-Covid-19 pada awal Desember 2022.
Dikutip dari Reuters, juru bicara Komisi Eropa mengatakan bahwa China hingga saat ini belum menanggapi tawaran itu. Dia juga tidak merinci jumlah vaksin yang ditawarkan Uni Eropa atau produsennya ke China.
Baca juga: Aktivitas Manufaktur China Merosot di Desember 2022 Saat Kasus Covid-19 Melonjak
"Mengingat situasi Covid-19 di China, komisaris kesehatan Stella Kyriakides telah menghubungi rekan-rekan di China untuk menawarkan solidaritas dan dukungan dari Uni Eropa," kata juru bicara Komisi Eropa.
"Dukungan ini termasuk mengirim ahli kesehatan masyarakat serta sumbangan vaksin Uni Eropa yang disesuaikan dengan varian,” imbuhnya.
Ditanya apakah Beijing akan menerima tawaran vaksin gratis dari Uni Eropa, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengesampingkan jawaban langsung, mengatakan kepada Reuters bahwa tingkat vaksinasi dan kapasitas perawatan China terus meningkat dan pasokannya "memadai".
Dia juga mengatakan bahwa China terbuka untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama dengan komunitas internasional untuk menghadapi tantangan pandemi dengan lebih baik dan dapat memenuhi permintaan siapa pun yang ingin divaksinasi.
Akhir tahun lalu, Jerman telah mengirimkan sebanyak 11.500 vaksin Covid-19 buatan BioNTech untuk digunakan oleh warga negara Jerman di China.
Sebuah sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan pada saat itu bahwa Pemerintah China sedang melakukan pembicaraan dengan Uni Eropa terkait pemberian vaksin buatan Jerman kepada warga negara lain yang berada di China.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.