Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pakar Sebut Pencabutan PPKM Dirasa Belum Tepat, Begini Alasannya 

Kata Dicky Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga respon kapasitas dan situasi pandemi tiap daerah, tentu berbeda. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pakar Sebut Pencabutan PPKM Dirasa Belum Tepat, Begini Alasannya 
Dokumentasi pribadi
Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman. Dicky Budiman menyebutkan jika pencabutan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum tepat. 

Sejumlah faktor menjadi pertimbangan pemerintah dalam mencabut PPKM. Di antaranya Pandemi Covid-19 yang mulai terkendali.

Per 26 Desember 2022 hanya terdapat 1,7 kasus per satu juta penduduk.

Lalu positivity rate mingguan mencapai 3,35 persen dengan tingkat perawatan rumah sakit atau BOR berada di angka 4,7 persen dan angka kematian di angka 2,39 persen.

“Ini semuanya berada di bawah standar dari WHO dan seluruh kabupaten kota di Indonesia saat ini berstatus PPKM level 1 di mana pembatasan kerumunan dan pergerakan orang di tingkat rendah,” kata Presiden.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas