Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Setelah Australia, DPD RI Kini Tandatangani MoU dengan Korea Selatan

Sekjen DPD RI Sudarsono Hardjosoekarto menyatakan penandatanganan MoU dengan Korea Selatan merupakan satu bentuk kerja sama bilateral antar dua negara

Setelah Australia, DPD RI Kini Tandatangani MoU dengan Korea Selatan
DOK. DPD RI
Suasana forum multilateral MIKTA 2015 yang digelar di Seoul, Korea Selatan, Kamis (2/7/2015). Dalam kesempatan tersebut DPD RI melakukan penandatanganan MoU dengan parlemen Korea Selatan sebagai bentuk kerjasama bilateral. 

TRIBUNNEWS.COMDPD RI telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan parlemen Korea Selatan, Kamis (2/7/2015) pukul 16.00 waktu Seoul.

Penandatanganan tersebut dilakukan di tengah konsultasi Ketua Parlemen MIKTA 2015 yang diselenggarakan di Korea Selatan.

Penandatanganan dilakukan Sekjen DPD RI Sudarsono Hardjosoekarto dengan Sekjen Parlemen Korea Selatan Heong-Joon Park.

Terdapat empat poin penting yang dituangkan dalam MoU tersebut, di antaranya pertukaran informasi proses legislasi, pertukaran informasi teknologi dukungan proses legislasi, pertukaran staf Sekretariat Jenderal, serta rencana kerjasama kegiatan internasional yang melibatkan kedua parlemen.

Khusus untuk poin pertukaran staf Sekretariat Jenderal, itu dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas staf dan saling bertukar pengalaman mengenai proses dukungan legislasi.

Sudarsono dalam keterangannya menyatakan, penandatanganan MoU ini merupakan salah satu bentuk kerja sama bilateral antar dua negara.

Sebelumnya pada Desember 2014 DPD RI telah menandatangani MoU dengan Sekjen Senat dan Sekjen DPR Australia.

Ke depannya Sudarsono berharap, pihaknya dapat melakukan MoU serupa dengan Sekjen Senat Meksiko dan Sekjen Parlemen Turki.

Penandatangan MoU dengan parlemen Korea Selatan tersebut disaksikan sejumlah senator DPD RI, seperti Akhmad Muqowan yang berasal dari Jawa Tengah, AM Iqbal Parewangi yang berasal dari Sulawesi Selatan, Abraham Liyanto yang berasal dari NTT, Djasarmen Purba yang berasal dari Kepulauan Riau, dan Abdul Aziz Khafia yang berasal dari DKI Jakarta.

MIKTA 2015 sendiri merupakan forum multilateral yang melibatkan lima negara, yakni Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia.

Meski bentuknya merupakan forum multilateral, Sudarsono menyatakan di dalamnya terdapat banyak peluang kerjasama bilateral.

Penandatanganan MoU dengan parlemen Korea Selatan adalah salah satu contoh kerjasama bilateral tersebut.

Ikuti terus perkembangan terbaru dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) hanya di Kabar DPD RI.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Advertorial
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas