Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Komisi VI Harap ‘Holding’ Industri Pertahanan Dimulai Tahun Ini

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi berharap rencana Kementerian BUMN membentuk holding industri pertahanan segera dilaksanakan.

Komisi VI Harap ‘Holding’ Industri Pertahanan Dimulai Tahun Ini
dok. DPR RI
Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI meninjau fasilitas bengkel kapal selam PT PAL Indonesia (Persero), di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/6/2021). 

“Tahun ini PMN yang belum terealisasi mencapai Rp1,8 triliun. Semoga nanti segera terealisasi untuk peningkatan kapasitas kapal selam, produksi kapal selam dan juga peningkatan kualitas SDM. PT PAL ini sebelunmya banyak miss manajemen, antara produksi dan pemasarannya tidak seimbang sehingga merugi. Kita harap dengan direksi baru ada progress bagus, dan mereka janji tahun depan sudah ada perbaikan, salah satunya produksi torpedo,” papar Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu.

Resmi menjabat per April 2021, Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang memaparkan bahwa PMN untuk kapal selam yang didapatkan perusahaannya, terakhir pada tahun 2015 sebesar Rp1,5 triliun.

Suntikan modal negara itu telah digunakan untuk membangun fasilitas bengkel kapal selam yang dikunjungi oleh Komisi VI DPR RI ini. Sementara pada tahun ini, PT PAL mendapat PMN sebesar Rp1,28 triliun. 

“(PMN) Ini akan diusahakan tahun ini, kemungkinan di akhir bulan ini atau Juli. Sehingga untuk pembentukan holding industri pertahanan itu bisa dijalankan di akhir tahun ini. Kemudian, sesuai kajian beraama Kementerian BUMN, Kemenhan, dan Kemenkeu, PMN 1,28 T tersebut adalah untuk infrastruktur pembangunan dan pemeliharaan kapal selam, yang terdiri dari pengembangan SDM, penyiapan fasilitas, dan pemenuhan peralatan,” kata Pakar Transportasi Laut itu.

Adapun pemenuhan peralatan, diungkap Kahar, tidak hanya ditujukan untuk pemeliharaan tetapi sekaligus untuk pembangunan kapal selam baru. Selain itu, PMN juga akan dipergunakan sebagai penguatan dan perbaikan struktur permodalan, serta peningkatan kapasitas usaha perkapalan.

Alokasi PMN nantinya akan terbagi menjadi tiga kategori, yakni Rp10 miliar untuk SDM, Rp1 triliun untuk fasilitas, dan sisanya digunakan untuk peralatan Rp265,83 miliar.

“Rencana ke depannya kita akan membangun torpedo di PT PAL. Sebab bagaimanapun juga kebutuhan torpedo tiap tahun di TNI AL sangat tinggi. Meskipun sampai saat ini kita hanya memiliki delapan torpedo aktif saja se-Indonesia. Termasuk kemarin Nanggala menggunakan yang sudah ada untuk latihan penembakan. Jadi kapal selam baru belum ada, sehingga Kemenhan tahun ini akan ada pembelian cukup besar,” pungkas Kahar. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas