Esports Berkembang Pesat di Indonesia, Ibnu Sulistyo Dipercaya Jadi Strategic Advisor AESF
Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mendapat kepercayaan menjadi Strategic Advisor Presiden Asian Electronic Sports Federation (AESF).
Penulis:
Glery Lazuardi
Editor:
Wahyu Aji
āEsports adalah wadah untuk menyatukan generasi dan budaya melalui kompetisi yang sehat dan berdaya saing global,ā ujar Santi.
Gubernur Bangkok, Dr Chadchart Sittipunt yang membuka AESF Esports Forum 2025 tersebut juga menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor dalam memperkuat ekosistem esports. Ia menilai bahwa esports kini menjadi industri masa depan yang tak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pendidikan bagi generasi muda.
Di Forum 2025 ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Jenderal AESF, Steve Kim, dan Sekretaris Jenderal European Esports Federation (EEF), Lukasz Klimczyk, yang menandai langkah awal kerja sama strategis antara Asia dan Eropa.
Seremoni Penyerahan Bendera dan Memorandum of Intention antara Presiden AESF, Santi Lothong, dan Presiden VIRESA, Do Viet Hung, sebagai simbol dimulainya persiapan Asian Esports Games 2026 yang akan diselenggarakan di Vietnam.
Dorong Inovasi dan Talenta Lokal
Sesi penutupan forum diisi dengan diskusi terbuka antara peserta dan narasumber, yang berfokus pada strategi memperkuat ekosistem esports nasional di tiap negara Asia. Topik seperti inovasi, keberlanjutan, dan pengembangan talenta lokal menjadi perhatian utama.
Baca juga: Ibnu Riza Pastikan Efisiensi Tak Akan Usik Persiapan FORNAS VIII NTB 2025
AESF juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini, termasuk Sekretaris Jenderal ABU Ahmed Nadeem, CEO Healthy Gaming Christoffer Johansson, serta penyelenggara TESF. Dukungan besar juga datang dari Gubernur Bangkok dan Wakil Gubernur Otoritas Olahraga Thailand, Preecha Lalun, atas peran mereka dalam keberhasilan forum ini.Ā
Baca tanpa iklan