Di daerah kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, artis yang dicalonkan koalisi 8 partai, ini mendatangi sejumlah tempat, antara lain, ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fattah di kawasan Kikil, Arjosari, kemudian ke pasar dan stadion di daerah tersebut.
Saat mengunjungi Ponpes Al Fattah, kekasih pemain bola Gaston Castano itu tampil lain dari biasanya. Begitu turun dari mobil yang ditumpanginya, artis bernama asli Yulia Rachmawati itu memakai kerudung hitam. Ia mengenakan dress lengan panjang warna abu-abu dengan bagian dada yang tertutup.
Sebelumnya, saat memasuki kawasan Pacitan, Jupe disambut pendukungnya dari Partai Hanura, partai yang memimpin koalisi 8 partai yang siap mengusung Jupe dalam Pilkada Pacitan mendatang.
Sedikitnya ada 10 sepeda motor mengiringi mobil Jupe menuju Ponpes Al Fattah. Di ponpes yang terletak di kawasan Kikil, Arjosari, itu Jupe disambut sejumlah pengurus dan pengasuh ponpes. Kemudian dilanjutkan pertemuan Jupe dengan Pimpinan Pondok Ponpes Al Fattah, KH Muhammad Burhanudin dan pengurus lainnya.
Pada kesempatan itulah, artis pelantun lagu dangdut `Belah Duren` itu mendapat wejangan dari KH Muhammad Burhanuddin. Yang menjadi sentilan kiai, terutama kebiasaan Jupe selama ini yang tampil seksi dan mengumbar auratnya.
“Kita menyampaikan tradisi di agama kita bahwa sebagai muslim harus memakai pakaian sempurna. Kita meminta agar penampilan dia berubah, lebih Islami dan agung, karena kan tidak akan menjatuhkan dia juga,” kata KH Muhammad Burhanuddin.
Mendapat wejangan seperti itu, Jupe mengangguk-angguk. Bintang film Beranak Dalam Kubur itu kemudian meminta doa restu agar bisa mengubah penampilannya.
“Dia (Jupe) bertanya bagaimana berbuat kebaikan dan hidup yang bermanfaat. Jadi, tidak ada pembicaraan ke arah politik,” jelas KH Muhammad Burhanuddin.
Jupe sendiri menegaskan kedatangannya ke Ponpes Al Fattah adalah ingin bersilaturahmi dan meminta nasihat, bukan untuk kampanye. Artis berusia 29 tahun itu kemudian berdialog dengan sejumlah santri perempuan di ponpes tersebut.
“Saya lahir di Jakarta, tetapi ibu saya campuran Garut dan Madiun. Jadi, saya ini sebenarnya gado-gado,” kata Jupe mengawali perkenalannya.
Ia bermaksud menegaskan bahwa dirinya juga berdarah Jawa Timur. Dalam dialog tersebut, Jupe sempat ditanya motivasinya menjadi wakil bupati Pacitan.
Namun, Jupe menolak menjawab pertanyaan itu karena khawatir dituding kampanye sebelum waktunya. “Nanti jadi kampanye terselubung. Pokoknya niat saya di sini hanya untuk silaturahmi,” ujar Jupe di depan 50-an santri yang memenuhi aula ponpes.
Beragam pertanyaan diajukan ke Jupe, mulai soal niatnya mencalonkan diri, suksesnya di bidang keartisan, hingga kesannya terhadap Pacitan.
Ketika dihubungi Surya, Sabtu malam, terutama terkait wejangan kiai tersebut, Jupe menegaskan bahwa menutup bagian tubuhnya bukanlah masalah besar. “
” Dalam agama itu kan memang sudah ada aturannya, jadi nggak masalah. Dan sebagai perempuan, saya pasti mendukung keinginan yang dimaksudkan untuk menjunjung nilai moral itu,” begitu ujarnya.
Untuk memenuhi keinginan tersebut, bintang film Naga Bonar Jadi 2 ini minta dukungan seluruh masyarakat agar dia bisa menjalankan kaidah agama dalam setiap langkahnya. “Saya minta doa restu agar bisa merubah penampilan jadi lebih baik,” harap Jupe. (surya.co.id)
Baca tanpa iklan