Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Umrah Saat Pandemi

13 Jemaah Umrah yang Tertahan di Arab Saudi karena Positif Corona Masih Tunggu Hasil Tes Covid-19

Sebanyak 13 jemaah umrah Indonesia yang positif Covid-19 telah menjalani 10 hari masa karantina.Jumat (13/11/2020), hasil tes Covid-19 keluar.

13 Jemaah Umrah yang Tertahan di Arab Saudi karena Positif Corona Masih Tunggu Hasil Tes Covid-19
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah calon jamaah umrah menunggu keberangkatan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (1/11/2020). Setelah tujuh bulan menangguhkan umrah, Kerajaan Arab Saudi resmi membuka umrah tahap pertama untuk Indonesia dengan kuota 278 jamaah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JEDDAH -- Sebanyak 13 jemaah umrah Indonesia yang positif Covid-19 telah menjalani 10 hari masa karantina.

Hari ini, Jumat (13/11/2020), hasil tes Covid-19 mereka akan keluar.

Konjen RI Jeddah Eko Hartono berharap, hasil tes baik dan negatif sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah umrah.

Ia mengatakan, dari 13 jamaah yang positif, 8 orang telah menjalankan umrah sementara 5 orang belum menjalankan umrah.

Baca juga: 279 Jamaah Indonesia Kembali ke Tanah Air Usai Umrah di Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: Konjen RI Jeddah Ingatkan Jemaah Umrah Lebih Disiplin

Ilustrasi jemaah umrah asal Indonesia (Instagram.com/mizzasriciblo)
Ilustrasi jemaah umrah asal Indonesia (Instagram.com/mizzasriciblo) (https://www.instagram.com/mizzasriciblo/)

"Jadi rencananya setelah 10 hari karantian mereka di tes. Hari ini akan keluar hasilnya. Mudah-mudahan semua hasilnya negatif. Sehingga mereka bisa menjalankan umrah," kata dia.

"Jadi dari 13 itu, ada 8 yang sudah menjalankan ibadh umrah dan lima yang belum," terang Eko

Meski demikian, Eko belum bisa memastikan apakah jika hasil negatif jamaah bisa langsung umrah atau tidak, lantaran pemerintah Arab Saudi sangat berhati-hatu dalam penerapan aturan protokol kesehatan jamaah luar negeri.

"Sebenarnya kalau sistem di Saudi kalau mereka selesai karantina itu sudah boleh keluar tanpa di tes swab lagi. Tapi karena ini jamaah internasional jadi Saudi masih hati-hati dan mereka masih mau menentukan apakah akan diswab atau tidak. Tapi biasanya mereka langsung (bisa keluar) karena menurut mereka (pemerintah Arab Saudi)10 hari itu virus melemah. Jadi Insyallah jamaah yang belum umrah, bisa umrah dan bisa pulang," harap Eko.

Sulit Mendeteksi Darimana Virus Covid-19 pada Jamaah Indonesia Berasal

Saat disinggung bagaimana virus Covid-19 ini bisa menjangkiti para jamaah Indonesia, Eko menuturkan, sangat sulit mendeteksi hal tersebut, terlebih sifat virus tersebut yang bisa di mana saja menempel.

"Sulit untuk mengetahui mereka terpapar dari mana, karena memang sifat virus ini sendiri. Tapi yang bisa disampaikan bahwa memang deteksi mereka terkena virus itu sejak mereka datang. Keterangan Arab Saudi ya barang kali pada saat dites di Indonesia gejala itu belum muncul atau belum terdeteksi sehingga mereka masih negatif," kata dia.

Hal ini diharapkan dapat menjadi perhatian penyelenggara umrah Indonesia, sebelum melakukan pemberangkatan jamaah agar benar-benar memastikan jamaah sehat dan bebas covid-19

"Kami percaya bahwa tes di indonesia sudah dilakukan tapi hanya karena di tes di sini di swab kemudian jadi positif dan ini jadi perhatian kita semua," ungkap dia.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas