Tribun

Ibadah Haji 2022

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Bakal Evaluasi Layanan Katering Jemaah Haji yang Terlambat

Menag melakukan pengecekan katering bagi jemaah haji, pastikan pelayanan makanan etap terlayani dengan baik setelah fase puncak haji

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Bakal Evaluasi Layanan Katering Jemaah Haji yang Terlambat
TRIBUNNEWS/Bian Harnansa
Sejumlah jamaah Haji dari Indonesia bersama jamaah haji dari seluruh dunia melakukan wukuf di Arafah, Arab Saudi, Jumat (8/7/2022). Pada pelaksanaan haji tahun ini masuk Haji Akbar karena wukuf di Arafah tepat pada hari Jumat.Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj Yaqut Cholil Qoumas kembali melakukan pengecekan katering bagi jemaah haji. Inspeksi katering kali ini dilakukan untuk memastikan pelayanan makan bagi jemaah tetap terlayani dengan baik setelah fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). (TRIBUNNEWS/Bian Harnansa) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj Yaqut Cholil Qoumas kembali melakukan pengecekan katering bagi jemaah haji.

Inspeksi katering kali ini dilakukan untuk memastikan pelayanan makan bagi jemaah haji tetap terlayani dengan baik setelah fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Salah satu lokasi penyedia makanan jemaah haji yang dicek Menag adalah katering Cordova yang berada di daerah Al Syauqiyah, Mekkah, Arab Saudi.

“Saya cek Cordova ini, yang merupakan penyedia katering yang sempat dua kali terlambat. Tadi juga sempat saya klarifikasi," kata Yaqut Cholil Qoumas melalui keterangan tertulis, Kamis (14/7/2022).

Pemilik katering berdalih dua kali terlambat karena pegawainya memang malas dan sekarang pegawai yang malas telah diberhentikan.

Selain itu, katering ini juga sempat terlambat dengan alasan jalanan macet.

"Bagi kita tidak bisa alasan seperti itu. Dikontrak sudah jelas tidak bisa terlambat. Ini harus dievaluasi,” ujar Yaqut Cholil Qoumas.

Gus Men menilai katering ini tidak profesional. Apalagi saat Yaqut datang, para pekerja di katering ini juga tidak mengenakan penutup kepala, serta tidak mengenakan pakaian lengan panjang dan kaos tangan saat memasak.

“Saya ingin memastikan selain tepat waktu juga sehat. Saya lihat di berbagai katering mereka pake baju panjang pakai penutup kepala, masker dan penutup tangan. Ini tadi saya lihat pakai lengan pendek,” ujarnya.

Terkait hal ini, Yaqut langsung memerintahkan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) segera mengevaluasi katering ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas