Menag Sebut Penyelenggaraan Haji Tahun 2025 Bisa Menjadi yang Terakhir Diselenggarakan Kemenag
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan penyelenggaraan haji pada tahun 2025 bisa menjadi yang terakhir diselenggarakan oleh Kemenag.
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) memberikan performa terbaik dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M.
Nasaruddin mengatakan penyelenggaraan haji pada tahun 2025 bisa menjadi yang terakhir diselenggarakan oleh Kemenag.
Baca juga: Muhadjir: Prabowo Beri Perhatian Khusus Soal Masalah Haji
"Laksanakanlah tugas perhajian ini dengan sesempurna mungkin, karena boleh jadi, ini adalah kegiatan perhajian terakhir di lingkungan Kementerian Agama," tutur Nasaruddin yang dilansir dari laman Kementerian Agama, Rabu (30/10/2024).
Hal tersebut diungkapkan Nasaruddin saat Sosialisasi Rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1446 H/2025 M.
Dia juga mengingatkan Inspektorat Jenderal Kemenag untuk dapat menindak dengan serius bila terjadi penyimpangan dalam proses rekrutmen calon petugas.
"Jadi saya mohon betul Pak, gunakan power yang dimiliki. Ini perintah presiden," ujar Nasaruddin.
Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag akan segera membuka seleksi Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 1446 H/2025 M.
Saat ini, Ditjen PHU sudah mulai melakukan proses sosialisasi dan tahapan tersebut dibuka oleh Menag Nasaruddin Umar.
Sosialisasi Rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1446 H/2025 M ini diikuti oleh para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia.
Baca juga: Cegah Penipuan ke Jemaah Haji, Kemenag dan Asosiasi Haji Bahas Penguatan PPNS
"Terkait sosialisasi rekrutmen Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji ini, saya minta kepada Pak Dirjen, betul-betul memberikan guideline yang lebih rinci kepada teman-teman kita para Kanwil ya," kata Nasaruddin.
Nasaruddin meminta agar para pembimbing haji dapat memberikan kinerja yang terbaik dalam mendampingi jemaah.
"Jangan sampai nanti dalam menentukan siapa yang menjadi pembimbing ibadah haji itu, itu justru orang yang memerlukan pembimbingan. Jangan sampai nanti itu yang diharapkan untuk membantu jamaah, malah justru dibopong oleh jemaah," pungkasnya.
Pemerintahan Prabowo-Gibran telah membentuk Badan Penyelenggara Haji yang dipimpin oleh Irfan Yusuf dan wakilnya Dahnil Anzar Simajuntak.
Penyelenggaraan haji rencananya bakal ditangani oleh Badan Penyelenggara Haji.