MUI Sebut Kampung Haji Indonesia Inovasi Pelayanan Haji, Minta Transparansi dan Kehati-hatian
MUI menilai Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi sebagai inovasi pelayanan haji yang berpotensi meningkatkan kualitas layanan
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menilai Kampung Haji Indonesia di Makkah sebagai inovasi pelayanan haji yang sah secara syariah.
- Namun, ia mengingatkan pentingnya tata kelola yang hati-hati, transparan, dan akuntabel agar tidak menimbulkan eksklusivitas maupun pemborosan anggaran.
- MUI mendorong kajian mendalam dengan melibatkan ulama, akademisi, dan publik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menilai, proyek Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, sebagai inovasi pelayanan haji yang berpotensi meningkatkan kualitas layanan jemaah.
Namun, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan yang hati-hati dan transparan agar proyek tersebut tidak menimbulkan persoalan baru.
“Kampung Haji Indonesia dapat dikategorikan sebagai inovasi pelayanan haji untuk lebih baik,” ujar Kiai Cholil, Jumat (19/12/2025).
Baca juga: Kampung Haji Indonesia di Makkah 2,5 Kali Luas Kawasan SCBD Jakarta
Menurutnya, keberadaan Kampung Haji sah secara syariah sepanjang memenuhi prinsip maqāṣid al-syarī‘ah atau tujuan syariah, serta dikelola dengan tata kelola yang baik.
Ia menilai konsep ini dapat mempermudah pelayanan bagi jemaah lanjut usia sekaligus membuka peluang pengelolaan dana haji yang berkelanjutan.
Meski demikian, Kiai Cholil mengingatkan agar proyek tersebut tidak dikelola secara serampangan.
“Apabila dikelola tanpa kehati-hatian, Kampung Haji berpotensi menimbulkan eksklusivitas jemaah Indonesia dari jamaah haji seluruh dunia,” katanya.
Selain risiko eksklusivitas, ia juga menyoroti potensi pemborosan anggaran jika tata kelola tidak dijalankan secara akuntabel.
Kondisi tersebut, menurutnya, justru bertentangan dengan esensi ibadah haji yang menjunjung kesederhanaan dan kemaslahatan.
Karena itu, MUI mendorong pemerintah melakukan kajian mendalam terhadap proyek Kampung Haji dengan melibatkan ulama, akademisi, serta publik.
“Pemerintah juga perlu memastikan transparansi dalam merealisasikan Kampung Haji Indonesia,” ujar Kiai Cholil.
Baca juga: Melihat Lebih Dekat Lokasi Kampung Haji Indonesia di Makkah Arab Saudi
Ia menegaskan MUI siap bermitra dengan pemerintah dalam proses tersebut.
Menurutnya, peran MUI sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis pemerintah menjadi bagian dari tanggung jawab kelembagaan.
Sebelumnya, Danantara Indonesia selaku pihak pendana proyek menegaskan komitmennya menjalankan pembangunan Kampung Haji secara berkelanjutan dan terukur.
CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa seluruh tahapan pengembangan akan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia, sesuai dengan perizinan dan tata kelola yang berlaku.