MUI Sebut Kampung Haji Indonesia Inovasi Pelayanan Haji, Minta Transparansi dan Kehati-hatian
MUI menilai Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi sebagai inovasi pelayanan haji yang berpotensi meningkatkan kualitas layanan
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Erik S
Rosan menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan proyek tersebut.
Baca juga: Menag Sebut Pangeran MBS Dukung Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah Segera Terealisasi
“Pengembangan akan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent,” ujarnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menggagas pembangunan Kampung Haji Indonesia sebagai terobosan pelayanan jemaah haji Tanah Air.
Proyek ini diharapkan menjadi babak baru kepedulian negara terhadap keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Kampung Haji dirancang sebagai kawasan terpadu yang menyediakan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga fasilitas kesehatan.
Gagasan ini berangkat dari perhatian Presiden Prabowo terhadap tingginya angka jemaah wafat saat pelaksanaan ibadah haji, terutama akibat faktor kesehatan.
Selama ini, jemaah Indonesia tersebar di berbagai lokasi penginapan dengan jarak yang relatif jauh dari Masjidil Haram.
Jika seluruh layanan terpusat, efisiensi akomodasi, konsumsi, dan transportasi diyakini akan berdampak langsung pada pengurangan biaya yang ditanggung jemaah.
Kampung Haji Indonesia memiliki luas 80 hektare atau 2,5 kali lebih luas dari kawasan bisnis SCBD di Jakarta.
Lokasi Kampung Haji Indonesia akan dibangun hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Masjidil Haram dan pembangunannya ditargetkan selesai tahun 2027 dalam beberapa tower dan diharapkan mulai bisa digunakan di 2028.