PB PMII Dukung Rencana Bangun Kampung Haji di Makkah
PB PMII menilai langkah pemerintah dalam merencanakan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah sebagai sebuah terobosan maju
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- PB PMII menilai langkah pemerintah dalam merencanakan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah sebagai sebuah terobosan maju
- Kebijakan ini dinilai strategis mengingat besarnya jumlah jemaah haji asal Indonesia yang setiap tahun melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci
- Keberadaan Kampung Haji diharapkan mampu menunjang pelaksanaan ibadah haji jemaah Indonesia agar lebih aman, nyaman, dan tertata dengan baik
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menilai langkah pemerintah dalam merencanakan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah sebagai sebuah terobosan maju yang patut diapresiasi.
PMII sendiri adalah organisasi mahasiswa ekstra kampus yang berdiri pada 17 April 1960 di Surabaya.
Organisasi ini berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah dan berstatus sebagai badan otonom dari Nahdlatul Ulama (NU).
Kebijakan ini dinilai strategis mengingat besarnya jumlah jemaah haji asal Indonesia yang setiap tahun melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
Berdasarkan data penyelenggaraan ibadah haji, pada tahun 2025 jumlah jemaah haji Indonesia mencapai sekitar 221.000 orang.
Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, sehingga membutuhkan dukungan fasilitas dan layanan yang memadai.
Baca juga: Kata Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal Soal Rencana Pembangunan Kampung Haji di Mekkah
Ketua PB PMII, Rama Azizul Hakim, menyampaikan bahwa rencana pembangunan Kampung Haji merupakan langkah progresif pemerintah yang perlu didukung secara penuh oleh seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Kampung Haji diharapkan mampu menunjang pelaksanaan ibadah haji jemaah Indonesia agar lebih aman, nyaman, dan tertata dengan baik.
“Beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan berbagai polemik dalam pelaksanaan ibadah haji, khususnya dari sisi fasilitas yang disediakan. Dengan adanya Kampung Haji, kami berharap ini menjadi solusi jangka panjang agar ke depan tidak lagi terjadi permasalahan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Selasa (23/12/2025).
“Proyeksi jangka panjang ini harus kita kawal bersama agar tetap on the track. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pembangunan, hingga perawatan ke depan,” tuturnya.
PB PMII menilai keberadaan Kampung Haji berpotensi menjadi sejarah baru bagi Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji. Selain meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaah, Kampung Haji juga diharapkan mampu menekan biaya haji dalam jangka panjang sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.
PB PMII berharap pembangunan Kampung Haji dapat berjalan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia. Sejalan dengan itu, PB PMII juga mengapresiasi laporan Menteri Investasi/Kepala Danantara, Rosan Roeslani, yang menyebutkan bahwa pembangunan Kampung Haji ditargetkan dapat mulai dilaksanakan pada awal tahun 2026.
“Harapan kami, rencana ini dapat direalisasikan dengan baik dan benar demi kepentingan jamaah haji Indonesia serta peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji secara menyeluruh,” ujar Rama.
Diketahui, rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah adalah inisiatif pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan fasilitas khusus bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.