Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Tips Ampuh Cegah Kaki Lecet dan Melepuh

Salah satu tantangan paling sering dialami jemaah adalah kondisi kaki lecet dan melepuh karena cuaca ekstrem saat menjalani ibadah Haji di Tanah Suci.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Tips Ampuh Cegah Kaki Lecet dan Melepuh
Tribunnews.com/Sri Juliati
CUACA DI ARAB SAUDI Jemaah haji Indonesia gelombang pertama diminta untuk mengantisipasi cuaca panas. Salah satu tantangan paling sering dialami jemaah adalah kondisi kaki lecet dan melepuh karena cuaca ekstrem saat menjalani ibadah Haji di Tanah Suci. 

Kaos kaki membantu mengurangi gesekan langsung antara kulit kaki dan alas kaki. 

Selain itu, kaos kaki juga membantu menyerap keringat sehingga kaki tetap lebih nyaman meski cuaca panas.

3. Rutin menggunakan pelembap kaki

Kulit kaki yang kering lebih mudah retak dan melepuh. 

Oleh karena itu, penggunaan pelembap secara rutin sangat dianjurkan agar kulit tetap lembut dan terlindungi dari gesekan.

4. Bawa tas kecil untuk menyimpan alas kaki

Saat memasuki masjid, jemaah dianjurkan membawa alas kaki masuk menggunakan tas kecil agar tidak hilang atau tertukar. 

Kebiasaan ini juga mencegah jemaah berjalan tanpa alas kaki di area panas.

Bagi jemaah haji yang kehilangan atau lupa menyimpan alas kaki, dapat menghubungi petugas yang berada di area masjid.

5. Hindari berjalan tanpa alas kaki

Rekomendasi Untuk Anda

Permukaan tanah di Arab Saudi, terutama di sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, bisa sangat panas. 

Berjalan tanpa alas kaki berisiko tinggi menyebabkan luka bakar ringan pada telapak kaki.

6. Istirahat ketika kaki mulai terasa sakit

Jangan memaksakan diri jika kaki mulai terasa perih atau tidak nyaman. 

Istirahat sejenak dapat mencegah kondisi lecet menjadi lebih parah.

Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan Jemaah Haji Optimal

Di tengah padatnya aktivitas ibadah haji dan kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci, layanan kesehatan menjadi salah satu pilar utama yang tidak bisa dipisahkan dari keseluruhan penyelenggaraan haji. 

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah memastikan bahwa jemaah haji Indonesia mendapatkan akses layanan kesehatan yang siaga penuh selama 24 jam tanpa henti, khususnya di Madinah sebagai salah satu titik awal kedatangan jemaah.

Layanan ini diwujudkan melalui keberadaan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah yang beroperasi penuh selama musim haji 1447 H/2026 M. 

KKHI tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan ringan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan medis yang menangani berbagai kondisi kesehatan jemaah.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas