Usai Lempar Jumrah di Jamarat Lantai 3, Jemaah Haji Diminta Tak Pindah ke Lantai Bawah
Jemaah haji Indonesia di Mina diimbau tetap di jalur lantai 3 Jamarat, tidak berjalan sendiri, dan menjaga kondisi fisik.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Endra Kurniawan
Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Jemaah haji Indonesia yang tinggal di tenda Mina akan melaksanakan lontar jumrah melalui Jamarat lantai 3 pada 10 Dzulhijjah dan hari tasyrik nanti.
Oleh karena itu, jemaah diimbau tidak berpindah ke lantai bawah saat kembali menuju tenda Mina.
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satops Armuzna) dan Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman menjelaskan, jalur keberangkatan dimulai dari Terowongan Muaisim menuju Jamarat dengan melewati dua terowongan Mina.
"Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah," kata Harun kepada tim Media Center Haji (MCH) usai mengecek jalur pergerakan jemaah Mina menuju Jamarat, Minggu (18/5/2026) sore.
"Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke terowongan Muaisim," tambahnya.
Baca juga: Wamenhaj Sebut 20 Ribu Jemaah Haji Akan Ikuti Tanazul
Menurut Harun, petugas di lapangan nantinya akan menanyakan tujuan jemaah setelah melontar jumrah, apakah kembali ke tenda Mina atau menuju hotel bagi jemaah yang mengikuti skema tanazul.
"Jadi nanti jemaah setelah melakukan jumrah aqabah, wustha, dan ula, dia akan menuju terowongan lagi, masuk terowongan pertama, terowongan kedua, langsung ke depan tenda Mina yang tadi kita ada di sana," ujarnya.
Jangan Berjalan Sendirian
Selain pengaturan jalur, PPIH juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik selama berada di jalur terowongan menuju Jamarat.
Sebab, jalur pulang-pergi dari tenda Mina menuju jamarat melalui Terowongan Muaisim diperkirakan mencapai sekitar 4,5 kilometer.
Harun meminta agar jemaah haji tidak berjalan sendirian dan tetap bersama rombongan atau pendamping.
"Pertama, ketika masuk terowongan, jangan panik. Tenang, siapkan fisik, dan bawa perbekalan. Jangan bergerak sendiri. Saya sarankan dengan rombongan atau ada pendamping," ujarnya.
Harun juga mengingatkan kemungkinan terjadinya mati lampu di dalam terowongan. Kondisi tersebut pernah terjadi sehingga jemaah haji diminta tetap tenang dan menepi ke dinding terowongan.
"Kemudian, ketika di tengah terowongan terjadi mati lampu, jangan panik dan segera mepet ke tembok agar tidak terjadi benturan dengan jemaah haji yang lewat," katanya.
Baca juga: Logistik Haji 2026 Aman, Kemenhaj Siapkan 3 Juta Paket Makanan Siap Santap untuk Jemaah Armuzna
Selain itu, jemaah yang merasa lelah, diminta tidak memaksakan diri berjalan terus dan dapat beristirahat sejenak di titik-titik pos yang telah disiapkan petugas.