Wamenhaj Imbau Jemaah Tak Paksakan Diri Saat Lempar Jumrah
Jemaah haji Indonesia diimbau agar tidak memaksakan diri saat menjalani prosesi lempar jumrah di Mina.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Nuryanti
Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah haji Indonesia agar tidak memaksakan diri saat menjalani prosesi lempar jumrah di Mina.
Terutama bagi jemaah haji lanjut usia dan mereka yang kondisi fisiknya kurang memungkinkan.
Menurut Dahnil, prosesi di Mina menjadi salah satu fase ibadah haji yang paling menguras tenaga karena tingginya mobilitas jemaah selama menjalani mabit dan lempar jumrah.
"Dari siang tadi saya telusuri banyak temuan yang menarik. Biasanya pada hari pertama di Mina, banyak jemaah yang tersesat karena baru pengenalan lokasi," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) usai peninjauan di Mina, Arab Saudi.
Ia menjelaskan, kondisi di Mina berbeda dengan saat wukuf di Arafah maupun mabit di Muzdalifah yang lebih banyak diisi dengan berdiam diri.
Di Mina, jemaah harus berjalan kaki dan berpindah lokasi sehingga energi lebih banyak terkuras.
Terlebih, bila dihitung dari Terowongan Mina sampai pintu Jamarat, jemaah haji akan berjalan kaki minimal 4,5 km pulang pergi.
"Di Mina itu lebih meletihkan karena mobilitasnya tinggi. Di Wukuf dan Muzdalifah juga berdiam," kata dia.
Dahnil pun meminta jemaah haji yang tidak kuat berjalan jauh atau berdesakan agar memanfaatkan skema badal jumrah oleh petugas atau jemaah lain yang lebih kuat.
"Oleh sebab itu yang paling penting, kalau tidak sanggup, ada baiknya dibadalkan oleh yang kuat. Jemaah jangan memaksakan diri," imbaunya.
Baca juga: Kemenhaj Siagakan 1.356 Petugas Haji di Mina, Ini Titik Persebarannya
Jadwal Lempar Jumrah untuk Jemaah Indonesia
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merilis jadwal lempar jumrah bagi jemaah haji Indonesia selama hari tasyrik.
Jadwal dibagi dalam beberapa sesi waktu sebagai panduan bagi jemaah untuk menghindari kepadatan di kawasan Jamarat.
Jemaah juga dilarang melempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) lantaran pada jam-jam tersebut, cuaca sangat panas serta kondisi jamarat yang sangat padat.
Larangan ini untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh jemaah haji, khususnya Indonesia.