Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenhaj Larang Pemda Gelar Seremoni Penyambutan Jemaah Haji

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak melarang Pemda menggelar seremoni berlebihan penyambutan kepulangan jemaah haji ke Tanah Air

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kemenhaj Larang Pemda Gelar Seremoni Penyambutan Jemaah Haji
Media Center Haji 2026
KEPULANGAN JEMAAH - Jemaah asal embarkasi Banten (JKB) 01 pulang ke Tanah Air melalui King Abdulaziz International Airport, Jeddah, Senin (1/6/2026). 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melarang pemerintah daerah (pemda) menggelar kegiatan seremoni yang berlebihan dalam penyambutan kepulangan jemaah haji ke Tanah Air.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyusul masih adanya kegiatan penyambutan yang dinilai berpotensi menyita waktu dan energi para jemaah. Padahal mereka baru saja menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.

"Kami mohon dengan sangat agar tidak ada lagi acara-acara seremonial yang berlebihan, yang memakan waktu dan menyita energi para jemaah haji," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Urusan Haji (KUH), Jeddah, Rabu (3/6/2026).

Dahnil mengingatkan, kondisi fisik jemaah haji saat tiba di Indonesia perlu menjadi perhatian utama.

Menurutnya, sebagian besar jemaah telah menjalani rangkaian ibadah yang panjang dan menguras tenaga sehingga perlu segera pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.

"Jemaah haji kita itu sudah cukup letih, sudah cukup capek. Karena itu, mohon dipercepat agar mereka bisa kembali ke kediamannya masing-masing," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dahnil menjelaskan pemerintah juga telah berupaya mempercepat proses kedatangan jemaah haji di bandara melalui penerapan teknologi pengenalan wajah atau face recognition.

Teknologi tersebut diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dan Bandara Juanda, Surabaya sehingga jemaah tidak lagi harus menjalani pemeriksaan paspor secara manual saat tiba.

"Jemaah langsung dikenali wajahnya, kemudian bisa langsung menuju bus dan kembali ke debarkasi masing-masing," jelasnya.

Ia pun berharap upaya percepatan layanan tersebut tidak terhambat oleh rangkaian acara seremonial yang panjang.

Baca juga: Lima Hal Mengenai Penghargaan dan Penyelenggaraan Haji 2026

Dahnil juga telah menginstruksikan jajaran Kantor Wilayah Kemenhaj agar tidak menggelar acara penyambutan yang diisi pidato-pidato panjang.

"Kami sudah memberikan arahan kepada seluruh kanwil agar tidak perlu ada acara-acara seremonial yang berisikan pidato-pidato panjang sekali, supaya jemaah haji bisa langsung kembali ke rumah, bertemu keluarga, dan beristirahat," ujarnya.

Meski demikian, Dahnil tetap mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati hingga wali kota, yang telah membantu memfasilitasi keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas