Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

BWF Kena Semprot Rexy Mainaky, Regulasi Medis Kaku Bikin Anak Didiknya Dibekap Cedera ACL

Regulasi BWF yang sering memakan korban, kini Rexy Mainaky sindir federasi badminton dunia efek anak didiknya dibekap cedera ACL.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri
zoom-in BWF Kena Semprot Rexy Mainaky, Regulasi Medis Kaku Bikin Anak Didiknya Dibekap Cedera ACL
Laman resmi BWF
TOH EE WEI - Pemain ganda campuran Malaysia, Toh Ee Wei, yang berada di kursi roda setelah memutuskan mundur dari perempat final Singapore Open 2026 di Singapore Indoor Stadium, berujung cedera ACL, pada 29 Mei 2026. (Foto: BWF) 

Ringkasan Berita:
  • Direktur Kepelatihan Malaysia, Rexy Mainaky, mengecam keras regulasi medis BWF yang dinilai tidak memberikan perlindungan nyata bagi atlet
  • Akibat aturan yang kaku, Toh Ee Wei terpaksa membalut cedera lutut parahnya sendiri di lapangan sebelum akhirnya dinyatakan terkena cedera ACL
  • Rexy mendesak BWF agar meniru cabang olahraga sepak bola demi penanganan darurat yang optimal  

TRIBUNNEWS.COM - Singapore Open 2026 pekan lalu menyisakan drama yang memantik kecaman keras. Cedera lutut parah yang menimpa bintang ganda campuran Malaysia, Toh Ee Wei, di tengah laga perempat final menjadi tamparan keras untuk BWF.

Insiden ini memicu gelombang kemarahan dari Direktur Kepelatihan Ganda Nasional Malaysia, Rexy Mainaky, yang menilai regulasi medis saat ini sangat kaku dan abai terhadap keselamatan atlet.

Ketegangan memuncak di Singapore Indoor Stadium saat Toh Ee Wei, yang berpasangan dengan Chen Tang Jie, mendadak tersungkur menahan sakit pada lutut kirinya ketika berhadapan dengan wakil India, Dhruv Kapila/Tanisha Crasto.

Bukannya mendapatkan penanganan medis yang cepat dan memadai dari tim, Toh Ee Wei justru harus mengalami momen ironis di atas lapangan yang tertangkap jelas oleh kamera penonton.

Meski petugas medis turnamen sempat masuk ke lapangan, penanganan yang diberikan dinilai sangat minim dan jauh dari kata layak.

Akibat batasan regulasi yang kaku, Toh Ee Wei terpaksa membalut lutut kirinya yang cedera seorang diri, dengan dibantu oleh rekan duetnya, Chen Tang Jie.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan sisa-sisa semangat yang ada, pebulu tangkis tangguh ini sempat memaksakan diri untuk melanjutkan pertandingan.

Namun, rasa sakit yang tidak lagi tertahankan, memaksa mereka memutuskan untuk mundur (retired) sebelum akhirnya Toh Ee Wei harus dievakuasi meninggalkan arena menggunakan kursi roda.

Pemeriksaan medis lanjutan kemudian mengonfirmasi kabar buruk bahwa Toh Ee Wei mengalami cedera robek ligamen lutut anterior (ACL).

Seruan Rexy Mainaky

Bagi Rexy Mainaky, pemandangan memilukan tersebut menjadi bukti betapa buruknya sistem perlindungan atlet dalam regulasi medis BWF saat ini.

Sang legenda tidak lagi bisa membendung kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa sudah saatnya negara-negara raksasa bulu tangkis dunia bersatu menyuarakan protes keras demi keselamatan para pemain.

Baca juga: Toh Ee Wei Cedera ACL, Juara Dunia Mundur dari Polytron Indonesia Open 2026

"Saya rasa tidak ada gunanya jika hanya saya yang bersuara mengenai hal ini. Menurut saya, negara-negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Indonesia, dan Denmark juga harus ikut angkat bicara. Ini adalah tentang bagaimana para pemain dirawat selama turnamen, terutama ketika menyangkut cedera atau apa pun yang terjadi di lapangan," tegasnya mengutip The Star.

Lebih lanjut, Rexy mengkritik keras tumpukan aturan formalitas BWF yang dinilai kontradiktif dengan realitas di lapangan.

Di atas kertas, aturan tersebut seolah-olah dirancang untuk melindungi pemain.

Tetapi ketika situasi darurat terjadi, para atlet justru dibiarkan berjuang sendiri tanpa bantuan medis yang optimal.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas