Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Santan hingga Ikan Patin Berpeluang Masuk Rantai Pasok Katering Haji di Arab Saudi

Menhaj Gus Irfan mendorong produk pangan Indonesia masuk rantai pasok katering haji Arab Saudi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Santan hingga Ikan Patin Berpeluang Masuk Rantai Pasok Katering Haji di Arab Saudi
Media Center Haji 2026
PASOK KATERING HAJI - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf dua perusahaan katering penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah, yakni Meez Mary Catering dan Uhud Taiba for Catering, Rabu (3/6/2026). 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf melihat peluang besar bagi produk pangan Indonesia untuk menjadi bagian dari rantai pasok katering jemaah haji di Arab Saudi.

Peluang tersebut mencakup berbagai komoditas yang selama ini akrab dengan lidah masyarakat Indonesia, seperti beras, kerupuk, santan, ikan patin, hingga beragam bumbu masakan.

Hal itu disampaikan Gus Irfan usai meninjau dua perusahaan katering penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah, yakni Meez Mary Catering dan Uhud Taiba for Catering, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memastikan kualitas layanan makanan bagi jemaah haji Indonesia, tetapi juga melihat kemungkinan penggunaan bahan pangan asal Indonesia dalam operasional katering haji.

“Kita melihat juga kemungkinan-kemungkinan bagaimana dapur ini juga bisa memanfaatkan atau memaksimalkan penggunaan bahan-bahan bagu dari Indonesia. Apakah itu beras, krupuk, kemudian ikan patin," ujar Irfan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Madinah.

Baca juga: Kumpulkan 23 Katering Jemaah Haji di Madinah, Gus Irfan Minta Layanan Konsumsi Ditingkatkan

Dari hasil peninjauan, ia menemukan sejumlah bahan pangan yang digunakan perusahaan katering memiliki keterkaitan dengan Indonesia. 

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, produk-produk tersebut saat ini masih masuk ke Arab Saudi melalui negara lain.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah santan yang digunakan dalam proses memasak makanan jemaah haji

Menurut Irfan, bahan baku santan tersebut kemungkinan berasal dari Indonesia meski dipasarkan menggunakan merek dari negara lain.

Ia juga menemukan pasokan ikan patin yang berasal dari negara tetangga, padahal komoditas tersebut juga banyak diproduksi di Indonesia.

“Saya lihat ada santan, santan itu saya yakin dari Indonesia, tapi capnya itu dari negara tetangga. Kemudian saya lihat juga ada ikan patin itu dari negara tetangga juga yang seharusnya kita juga bisa memproduksinya,” katanya.

Masih Hadapi Sejumlah Kendala

Meski demikian, Irfan mengakui upaya memasukkan lebih banyak produk pangan Indonesia ke pasar Arab Saudi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama biaya logistik dan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah, kata dia, sebenarnya telah menjajaki pengiriman sejumlah komoditas untuk kebutuhan katering haji, termasuk beras dan bumbu masakan. Namun rencana tersebut belum 
berjalan maksimal karena tingginya biaya distribusi.

"Kami sudah mencoba mengirim beras, tetapi pengiriman terkendala situasi konflik sehingga batal. Kami juga mencoba mengirim bumbu-bumbu, tetapi karena kondisi Timur Tengah biaya transportasi menjadi mahal sehingga tidak semuanya bisa terkirim," jelasnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas