Pentingnya Privasi dan Perlindungan Data Pribadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Webinar: "Pentingnya Privasi dan Perlindungan Data Pribadi", diselenggarakan, Rabu (31/8/2022) di kemas melalui platform zoom meeting. Empat pembicara mumpuni hadir dalam webinar yaitu: Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si (Anggota Komisi 1 DPR RI), Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. (Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI) mengundang Dr. Achmad Maulani (Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR RI) dan Arif Hidayat (Pegiat Literasi Digital). Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Webinar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Webinar tersebut memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan binis; memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo; mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Sesi paparan diawali oleh Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan bahwa "Hal-hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi perkembangan dunia maya adalah meningkatkan kualitas SDM, tingkatkan teknologi, inovatif, kreatif dan pesan saya supaya kita jangan mudah terpengaruh dengan budaya lain, supaya tidak kehilangan jati diri kita, " terangnya dalam sambutan. Disambung paparan Semuel Abrijani Pangerapan yang akrab disapa Semmy melalui tampilan video, menjelaskan bahwa, "Pesatnya perkembangan teknologi yang semakin maju dengan adanya panedemic covid-19 telah mendorong kita untuk berinteraksi dan melakuakan berbagai aktivitas melalui platform digital," kata Semmy. Tambah Semmy, "Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita berada di era percepatan trasnformasi digital. Dalam rangka menjalankan salah satu mandat Pak Joko Widodo terkait pengembangan SDM digital kementrian KOMINFO bersama gerakan nasional literasi digital, serta jejaring hadir untuk memberikan perhatian informasi digital yang menjadi kemampuan digital ditingkat dasar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, " jelas Semmy dalam tampilan videonya. Lalu paparan Achmad Maulani, pemateri ketiga menjelaskan "Dalam bermedia sosial diperlukan kesadaran kritis mutlak. Sekarang ini, eksistensi manusia modern ditentukan oleh kepastian bahwa seseorang telah mem-post, men-chat, mendapat-likes, merekrut banyak followers. Akan tetapi, eksistensi yang ditampilkan bukanlah dirinya sendiri, melainkan citra yang ingin ditampilkan. Revolusi digital menyebabkan berbagai kegagapan manusia modern. Etika komunikasi harus terus tetap dijaga dalam tindakan digital. Banalitas dalam media digital harus dicegah dengan literasi digital dan edukasi terhadap masyarakat, " tandas Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR RI ini. Materi terakhir disampaikan oleh Arif Hidayat, menyampaikan lewat paparan, "Semakin berkembangnya teknologi digital, semakin banyak juga bentuk kejahatan digital yang ditimbulkan seperti pencurian data pribadi. Jenis pencurian data antara lain phishing, spear phishing, free software, social engineering, serta email palsu. Supaya terhindar dari kejahatan dunia maya dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti jangan umbar data pribadi, jangan sembarangan login, jangan lupa logout akun, bersihkan cookies, dan lain sebaginya, " tutup pemateri terakhir Arif Hidayat. Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat melakukan literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia. //xis
#Webinar Kemenkominfo
#Abdul Muhaimin Iskandar Anggota Komisi 1 DPR RI
#Semuel Abrijani Pangerapan Dirjen Kemenkoinfo
#Achmad Maulani Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR RI
#Arif Hidayat (Pegiat Literasi Digital)
