Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Yordania Jebloskan Elite Ikhwanul Muslimin yang Kritik Uni Emirat Arab

Orang nomor dua Ikhwanul Muslimin ditangkap November 2014 setelah mengkritik UAE yang menuding Ikhwanul Muslimin sebagai gerakan kelompok teroris.

Yordania Jebloskan Elite Ikhwanul Muslimin yang Kritik Uni Emirat Arab
Reuters
Orang nomor dua Ikhwanul Muslim di Yordania, Zaki Bani Ersheid, harus menjalani 18 bulan penjara. Pengadilan memutusnya bersalah karena mengkritik Uni Emirates Arab, sekutu Yordania, yang menyebut Ikhwanul Muslimin sebagai gerakan teroris. 

TRIBUNNEWS.COM, YORDANIA - Tak sembarangan warga Yordania melemparkan kritik, apalagi ditujukan terhadap Uni Emirate Arab. Bisa-bisa pengkritik diajukan ke meja hijau lalu menjalani pidana penjara.

Baru-baru ini seorang pengacara mengatakan, pengadilan keamanan negara Yordania telah menghukum seorang pejabat tinggi Ikhwanul Muslimin 18 bulan penjara setelah mengkritik Uni Emirat Arab, sekutu Kerajaan Yordania.

Elite Ikhwanul Muslimin yang diketahui bernama Zaki Bani Ersheid adalah orang nomar dua di organisasi tersebut. Ia ditangkap November tahun lalu setelah mengkritik UAE di sosial media. UAE menuding Ikhwanul Muslimin sebagai gerakan kelompok teroris.

Dilansir abcnews.go.com dari AP, Minggu (15/2/2015), pengacara Saleh al-Armouti menilai hukuman yang dijatuhkan kepada kliennya tersebut sangat bermuatan politik. Puluhan pendukung Ikhwanul memprotes keras atas keputusan pengadilan tersebut.

Selama ini Yordania tak segan menindak kelompok-kelompok Islam, terutama para pendukung ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah. Tapi juga menahan beberapa aktivis utama Ikhwanul Muslimin.

Baru-baru ini Yordania yang mendapat dukungan UAE, mengintensifkan serangan udara terhadap ISIS di Suriah. Seperti diketahui, seorang pilot pesawat tempur Yordania belum lama tewas dibakar hidup-hidup setelah ditangkap ISIS.

Penulis: Y Gustaman
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas