Gadis-Gadis Cantik Dijual di Pasar Pengantin Bulgaria
Beginilah budaya puluhan gadis Roma Kalaidzhi muda, yang diarak di sebuah pasar di Bulgaria.
Anak laki-laki dan perempuan pada bergembira dengan menari di samping mobil di kesempatan langka yang mencemooh nilai-nilai konservatif masyarakat, dimana pemuda jarang diperbolehkan untuk berbaur dengan lawan jenis.
Etnis Roma Kalaidzhi merupakan orang Kristen Ortodoks yang taat, yang dikenal kerap memutus sekolah anak perempuan mereka di usia 15 tahun atau bahkan lebih awal untuk menjaga mereka agar aman dari godaan.
Dalam acara ini kelompok anak laki-laki dan perempuan dalam rumpun terpisah, kadang-kadang berjabat tangan dan mengenal satu sama lain, sementara ibu dan ayah mereka tinggal diam menunggu dibelakang.
Dua kali setahun 'Pasar Pengantin' itu digelar, anak laki-laki dan perempuan hanya memiliki kontak dalam pertemanan di media sosial.
Acara 'pasar pengantin' itu dilakukan dari generasi ke generasi.
Pameran ini pun dilakukan di lapangan di mana tempat pameran sapi biasa sering dilangsungkan di sebuah desa kecil dimana para wanita berdiri di atas panggung dan para pelamar pria bersaing untuk mendapatkan mereka.
Namun, biaya mas kawin sering menghambat pernikahan diantara mereka, ini karena keluarga wanita kerap mematok harga yang terlampau tinggi.
Biaya pengantin dipatok antara Rp 44 juta sampai Rp 86 juta, namun belakangan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir karena krisis ekonomi dan minimnya pekerjaan.
Di samping itu pesta pernikahan juga jauh lebih sederhana. Tapi tidak dengan demikian dengan wanita muda yang sangat cantik, harganya dikatakan masih naik karena datangnya banyak pelamar.