Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gadis-Gadis Cantik Dijual di Pasar Pengantin Bulgaria

Beginilah budaya puluhan gadis Roma Kalaidzhi muda, yang diarak di sebuah pasar di Bulgaria.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gadis-Gadis Cantik Dijual di Pasar Pengantin Bulgaria
AFP/Getty Images
Perempuan muda dari etnis Roma Kalaidzhi tersenyum bersama temannya di Pasar Pengantin 

Laporan Wartawan Tribun Medan Fahrizal Fahmi Daulay

TRIBUNNEWS.COM, BULGARIA - Beginilah budaya puluhan gadis Roma Kalaidzhi muda, yang diarak di sebuah pasar di Bulgaria.

Seperti dikutip dari Daily Mail, prosesi itu dilakukan sebelum dilamar oleh calon pengantin pria yang potensial, dalam kegiatan yang disebut 'Pasar Pengantin'.

'Pasar Pengantin' pasar ini dianggap cukup bermanfaat secara finansial bagi masyarakat miskin di negeri pecahan Uni Soviet tersebut.

Terutama untuk mengatur pernikahan anak mereka, agar mendapatkan calon pengantin dari keluarga kaya.

Di pasar itu, para gadis calon pengantin potensial harus berdandan, mengenakan sekumpulan maskara dan memakai perhiasan mencolok, dan memakai rok mini.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara di sekitar mereka, laki-laki muda seperti tengah mengunjungi pameran mobil, yakni berharap menemukan istri mereka dengan biaya mas kawin yang lebih baik.

Para keluarga berkumpul di Stara Zagora yang merupakan bagian dari komunitas sekitar 18.000 warga Roma yang dikenal sebagai etnis Kalaidzhi yang hidup secara tradisional bekerja sebagai pandai besi.

Sang ibu memeluk anak perempuannya terlihat sedang berbicara dengan seorang anak laki-laki. Dalam 'Pasar Pengantin' ini orang tua kerap menjadi mak comblang

Mereka merupakan kebanyakan orang miskin yang tinggal di daerah miskin dan berusaha hidup dalam komunitas yang saling menguntungkan dan dapat membantu mereka bertahan dalam krisis ekonomi di Bulgaria.

Kegiatan 'Pasar Pengantin' diadakan empat kali dalam setahun dalam hari libur keagamaan selama musim semi dan musim panas.

Ini kesempatan bagi etnis nomaden Roma Kalaidzhi untuk bertemu.

Sementara orang tua mereka tidak hanya bergosip, tetapi juga menjadi mak comblang untuk anak laki-laki dan anak-anak perempuan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas