Menara Pengawas Bantah Pilot Pesawat Sempat Kirim Sinyal Darurat
"Pesawat itu sendiri tidak mengirimkan panggilan darurat, namun merupakan kombinasi dari hilangnya kontak radio dan turunnya ketinggian pesawat."
Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Otoritas penerbangan sipil Prancis membatah informasi yang menyebutkan pilot pesawat Germanwings yang jatuh di Pegunungan Alpen, Selasa (3/2/2015) malam sempat mengirimkan sinyal gawat darurat.
"Pesawat itu sendiri tidak mengirimkan panggilan darurat, namun merupakan kombinasi dari hilangnya kontak radio dan turunnya ketinggian pesawat yang menyebabkan menara kendali udara mengumumkan kondisi darurat," ujar seorang juru bicara penerbangan sipil Prancis seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (25/3/2015).
Seorang saksi mata jatuhnya pesawat tersebut mengaku mendengar suara ledakan 'seperti dinamit', sementara yang lainnya mengaku melihat pesawat itu terbang terlalu rendah.
"Tidak ada asap atau suara tertentu atau tanda sesuatu yang salah, tapi pada ketinggian itu jelas tidak akan selamat melewati pegunungan," ujar saksi yang bernama Sebastien Giroux.
"Saya tidak melihat sesuatu yang salah dengan pesawat itu, tapi pesawat terbang terlalu rendah. Saya tidak melihat dalam waktu yang lama mungkin untuk dua atau tiga detik. Nampaknya pesawat itu akan jatuh," lanjutnya.
Gilbert Sauvan, juru bicara dewan setempat, mengatakan pesawat itu hancur berkeping-keping meninggalkan serpihan seukuran mobil. Cuaca dilaporkan sangat baik dan jarak pandang sangat jelas, serta tidak ada angin ketika pesawat itu jatuh.
"Saya mendengar ledakan keras dan kemudian saya melihat hanya asap dan api di bagian atas bukit," ujar saksi mata Dominique Casson (38).
Menurut pemilik toko buku tersebut, pesawat itu jatuh dengan cepat tanpa ada peringatan sama sekali. "Kemungkinan jika jatuh di pemukiman padat, akan menyebabkan kerugian yang jauh lebih besar," tuturnya.