Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Festival Film Cannes Putar Sisi Kelam Ketenaran Amy Winehouse

Dalam Festival Film Cannes akan diputar film dokumenter menyoal kehidupan tentang sisi kelam ketenaran mendiang penyanyi Amy Winehouse.

Festival Film Cannes Putar Sisi Kelam Ketenaran Amy Winehouse
Googleimage
Amy Winehouse. 

TRIBUNNEWS.COM, PRANCIS - Kehidupan selebriti bakal menghiasi ajang Festival Film Cannes 2015. Dalam ajang bergengsi itu akan diputar film dokumenter menyoal kehidupan tentang sisi kelam ketenaran mendiang penyanyi Amy Winehouse.

"Saya tidak menyangka saya akan menjadi terkenal," ujar Winehouse ketika masih remaja, dan dikutip dalam film dokumenter Amy yang dibesut sutradara Inggris Asif Kapadia. "Saya kira tidak akan bisa mengatasinya," tambah Winehouse, membuka film dokumenter tersebut.

Amy Winehouse adalah selebriti dunia yang meninggal pada Juli 2011 di usia 27 tahun akibat keracunan alkohol. Adanya perasaan penyanyi itu bisa meramalkan kematiannya menambah ketajaman film yang diputar pada Festival Film Cannes.

Musisi Yasmin Bey, yang sebelumnya dikenal sebagai Mos Def, tampil dalam pesta sebelum pemutaran film dokumenter itu, bersama musisi jazz Gregory Porter dan artis baru Cosmina. Bey menyebut Winehouse sebagai “sahabat dekat” dan “salah satu orang paling terbuka” yang pernah ditemuinya. “

Saya menyanyikan satu lagu yang belum pernah didengar Amy sebelumnya tetapi saya yakin ia akan menyukainya,” ujar Def sambil menyebarkan kelopak mawar di lantai untuk menghormati Winehouse. “Lagu ini untuk kamu sayang,” tambah Def.

Kapadia, yang juga membuat film dokumenter Senna tentang pembalap Formula 1 Ayrton Senna yang juga mati muda, mewawancarai 80 teman dan keluarga Winehouse untuk film ini. Komentar mereka tentang penyanyi itu sejak masih kanak-kanak hingga menjadi terkenal ditampilkan.

Amy tampil sebagai kepribadian yang penuh semangat dengan suara yang dalam dan lirik-lirik yang merupakan bagian dari pengalaman pribadinya mengatasi depresi, bulimia dan penggunaan narkoba dan alkohol. Ketenarannya yang datang mendadak membuat hidupnya semakin buruk.

Sejulah wartawan tak nyaman ketika muncul bagian film yang memperlihatkan hiruk pikuk liputan media terhadap Winehouse setelah album keduanya Back to Black. Ketenaran dan sikapnya yang berubah-ubah justru menjadi berita utama media.

Orangtua Winehouse tampil dalam film yang dirilis di Amerika bulan Juli mendatang. Tapi mereka juga mengkritisi film itu karena “tidak seimbang.” Mereka menuding anggota keluarga Winehouse tak melakukan banyak hal untuk membantu penyanyi itu mengatasi ketergantungannya. .

Tidak ada satu pihak pun muncul secara langsung sebagai “penjahat” dalam film yang menunjukkan betapa begitu banyak orang yang peduli dengan upaya Winehouse mengatasi ketergantungannya dan sekaligus kegagalannya.

Petikan terakhir film itu memperlihatkan Tony Bennett yang menempatkan Winehouse sejajar dengan penyanyi papan atas seperti Ella Fitzgerald dan Billie Holiday. Akhir yang menyedihkan dan sekaligus menjadi pengingat. (VOA Indonesia)

Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas