Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

'Wabah' Beras Plastik Belum Tuntas, Kini Muncul Susu Bubuk Campur Deterjen

Lebih dari setengah total 1.791 sampel susu yang didapat di 33 wilayah bagian tidak memenuhi standar.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in 'Wabah' Beras Plastik Belum Tuntas, Kini Muncul Susu Bubuk Campur Deterjen
Kompas.com
Ilustrasi susu 

Laporan wartawan TRIBUNNEWS.com, Ruth Vania Christine

TRIBUNNEWS.COM - Penemuan beras plastik yang baru saja terjadi di Bekasi dan fenomenanya yang sudah marak di Asia, menambah kekhawatiran masyarakat akan kesehatan makanan terkait isu pemalsuan makanan.

Tidak cuma beras plastik, Tiongkok, negara yang mempopulerkan beras palsu itu, bahkan sudah lebih 'maju' dalam hal pemalsuan makanan.

Beberapa di antaranya yang sempat terdengar adalah telur dan susu bubuk melamin.

Namun, melamin ternyata bukan satu-satunya bahan yang ditemukan di dalam susu bubuk palsu.

Di India bahkan ditemukan susu bubuk yang bercampur bubuk deterjen.

Hukuman Penjara Seumur Hidup

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah India melaporkan pada Selasa (12/05/2015) lalu bahwa survey dari Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI) menyatakan lebih dari setengah total 1.791 sampel susu yang didapat di 33 wilayah bagian tidak memenuhi standar.

"68,4% dari sampel ditemukan tidak memenuhi standar yang telah ditentukan," jelas Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga J. P. Nadda.

Ia juga mengatakan bahwa 44,69% dari sejumlah sampel susu bubuk skim ditemukan tidak memenuhi standar karena terdeteksi adanya glukosa.

Sementara 5,75% dari sampel itu ditemukan adanya campuran deterjen.

Menanggapi hasil survey ini, Nadda mengatakan bahwa akan diberlakukan sanksi khusus untuk aksi pelanggaran standar dan regulasi kesehatan.

Sanksi yang dikenakan termasuk hukuman penjara seumur hidup.

"Dalam kasus di mana sampel ditemukan tidak sesuai dengan ketentuan UU, Peraturan, serta Regulasi, tindak pidana (terkait) akan dikenakan pada pelaku," ucapnya lagi kepada Press Trust of India.

Bahaya Beras Plastik

Halaman 1/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas