'Wabah' Beras Plastik Belum Tuntas, Kini Muncul Susu Bubuk Campur Deterjen
Lebih dari setengah total 1.791 sampel susu yang didapat di 33 wilayah bagian tidak memenuhi standar.
Editor:
Rendy Sadikin
Seperti diberitakan sebelumnya, heboh beras plastik terjadi di Bekasi. Seorang penjual bubur di Mutiara Gading, Bekasi Timur, Dewi Septiani (29), menemukan butiran-butiran beras yang diduga terbuat dari plastik.
Dewi meyakini adanya perbedaan, setelah dua kali mengolah beras yang dibelinya itu. Kejadian ini meresahkan banyak orang. Pasalnya, beras tersebut tak dapat dibedakan secara kasat mata, karena bentuknya sangat mirip.
Menurut dr. Jenni M. Gizi, SpGK, plastik adalah bahan kimia yang tak layak untuk dimakan.
Efeknya akan menimbulkan gangguan pencernaan.
Lambung yang bertugas mengolah makanan, harus bekerja lebih keras mengolah benda asing yang belum tentu bisa dihancurkan dalam tubuh.
Gangguan pencernaan yang terjadi pun, ada jangka pendek maupun jangka panjang.
Gangguan jangka pendek yang bisa terjadi di antaranya diare, mual, kembung, dan muntah.
Sedangkan, efek jangka panjangnya adalah kanker.
“Benda asing, dalam hal ini adalah plastik yang masuk ke tubuh, kan sifatnya kimiawi dan sintetik. Umumnya, bahan kimia mengandung karsinogen, inilah yang nantinya bisa memicu tumbuhnya sel-sel kanker dalam tubuh. Kenapa sekarang ini, penyakit kanker semakin banyak? Salah satunya, ya karena adanya bahan-bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh. Misalnya, konsumsi gorengan yang digoreng dengan campuran minyak dan plastik, ” ujar dr. Jenni.
Baca tanpa iklan