Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

ISIS Jual Dua Sandera Asal Tiongkok dan Norwegia Lewat Majalah

Militan ISIS mengklaim pihaknya telah menyandera dua orang tahanan dari Tiongkok dan Norwegia, sekaligus menuntut uang tebusan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in ISIS  Jual Dua Sandera Asal Tiongkok dan Norwegia Lewat Majalah
Sputnik News/Dabiq
Tampilan dua halaman edisi terbaru majalah online terbitan ISIS, Dabiq , yang memperlihatkan dua tahanan asal Tiongkok dan Norwegia. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine

TRIBUNNEWS.COM, OSLO - Militan ISIS mengklaim pihaknya telah menyandera dua orang tahanan dari Tiongkok dan Norwegia, sekaligus menuntut uang tebusan.

Dua pria tahanan tersebut dipotret mengenakan baju atasan berwarna kuning, berdiri menghadap kamera. Di bawah foto, tertulis: 'UNTUK DIJUAL'.

Foto keduanya terselip di dua halaman terakhir majalah daring keluaran ISIS, 'Dabiq', lengkap dengan tulisan pada satu foto: 'Untuk Dijual: Tahanan Norwegia', sedangkan tulisan 'Untuk Dijual: Tahanan Tiongkok' ada pada foto lainnya.

Dikutip dari CNN, dua halaman majalah tersebut memperlihatkan foto dan informasi dua pria itu, yang secara tersirat meminta uang tebusan agar bisa dibebeaskan. Terdapat pula catatan: 'Waktu terbatas'.

Ketika para wartawan di Oslo, Norwegia, menemui PM Norwegia Erna Solberg untuk mengonfirmasi pria Norwegia yang jadi tahanan ISIS itu, Erna membenarkannya.

Namun, saat ditanya respon pemerintah menanggapi permintaan uang tebusan itu, Erna menegaskan Norwegia tidak akan memenuhinya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini adalah permasalahan yang ditanggapi serius oleh pemerintah. Kami tidak bisa dan tidak akan menyerah begitu saja di tangan teroris dan kriminal. Norwegia tidak akan bayar uang tebusan," ucapnya.

Ditemui Rabu (9/9/2015), Erna mengatakan bahwa pria tahanan dari Norwegia itu sekiranya berusia 40-an tahun. Meski menolak membayar uang tebusan, ia menekankan bahwa misinya adalah memulangkan pria itu ke Norwegia. (Reuters/CNN)

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas