Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Haji Arab: Jemaah Seharusnya ke Tenda Dulu, Baru Lempar Jumrah

Menteri Haji Arab Saudi Bandar Hajjar mengatakan memang ada ketidakdisiplinan dari jemaah haji soal aturan jadwal lempar jumrah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Menteri Haji Arab: Jemaah Seharusnya ke Tenda Dulu, Baru Lempar Jumrah
Arab News
Tim Medis Haji berlarian saat tragedi Mina 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine

TRIBUNNEWS.COM, MINA - Menanggapi insiden nahas jemaah terinjak di Mina, Menteri Haji Arab Saudi Bandar Hajjar mengatakan memang ada ketidakdisiplinan dari jemaah haji soal aturan jadwal lempar jumroh.

"Setelah dari Muzdalifah, mereka seharusnya kembali ke tenda masing-masing terlebih dahulu," jelas Bandar, dikutip oleh Saudi Gazette.

Menurutnya, para jemaah sehabis itu memang sudah dijadwalkan untuk melakukan ritual lempar jumrah, di mana jadwalnya sudah diatur bergiliran untuk rombongan jemaah berdasarkan asal negaranya.

"Tapi, mereka malah bergerak ke Jamarat untuk langsung melakukan ritual lempar jumrah," tambah dia lagi.

Jadwal lempar jumrah bergilir per rombongan jemaah dari tiap negara itu dikatakan merupakan rencana yang sudah disepakati secara penuh, yang kemudian malah berakhir tidak diikuti oleh mayoritas rombongan jemaah haji.

Ketidakdisiplinan itu juga diiyakan oleh perwakilan petugas keamanan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Mayjen Mansour Al-Turki, yang berpendapat meski demikian penyebab utamanya belum dapat dipastikan.

Rekomendasi Untuk Anda

"(Insiden) ini bisa jadi karena jemaah yang tidak mengikuti rencana (lempar jumroh bergilir) atau mungkin karena alasan lain," tutur Mayjen Mansour ketika ditemui saat konferensi pers di Mina, Arab Saudi.

Hingga kini, total jemaah haji meninggal dunia akibat terinjak saat ritual lempar jumroh di Mina, Kamis (24/9/2015), masih bertahan 717 orang, meski dikatakan Pertahanan Sipil Arab Saudi masih melakukan penghitungan kembali. Korban cedera berjumlah 863 orang. (Saudi Gazette)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas