Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Khawatir Akidah Muslim Rusak, Sultan Brunei Larang Perayaan Natal

Larangan itu termasuk memasang dekorasi Natal dan menyanyikan lagu-lagu Natal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Khawatir Akidah Muslim Rusak, Sultan Brunei Larang Perayaan Natal
Telegraph/EPA
Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei. (Telegraph/EPA) 

(Baca juga:PBNU: Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru)

Kepastian itu disampaikan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, saat menggelar jumpa pers bersama wartawan di ruangan kerjanya, Jumat (18/12/2015).

“Kita mesti berterima kasih karena kita mendapatkan penghargaan menjadi tuan rumah Natal nasional," kata Frans dikutip Kompas.com.

"Ketika saya undang Bapak Presiden untuk menghadiri Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan peletakan batu pertama (ground breaking) bendungan Rotiklot di Kabupate Belu, Beliau bilang, nanti Natal juga di sana ya. Saya lalu bilang, siap. Natal itu beliau sendiri yang minta untuk datang."

Frans meminta semua pihak agar menyukseskan perayaan hari raya itu di NTT dan membuat Kota Kupang (ibu kota provinsi NTT) menjadi lebih semarak dengan pemberitaan-pemberitaan positif.

Sehingga, ketika orang membaca informasi tentang NTT akan merasa nyaman berada di NTT.

“Ya, tentu ada kekurangan di NTT, tetapi kita harus yakin bahwa masih ada kelebihan dan kesuksesan,” kata Frans.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejauh ini, kata Frans, pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk sejumlah perayaan bertaraf nasional seperti hari HKSN, hari ibu dan Natal bersama.

“Dari daftar yang kita pegang yakni, akan hadir dalam acara HKSN sekitar 4.000 orang dan mereka berasal dari luar NTT,” ujarnya.. (The Independent/Telegraph)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas