Lagi Tren, Wisata Luar Angkasa
Dr Robert mengatakan, pemahaman lebih baik tentang resiko medis dari perjalanan luar angkasa begitu penting.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM - Dengan adanya rencana penerbangan luar angkasa komersial yang makin marak, muncul peningkatan minat terhadap kedokteran ruang angkasa.
Para dokter dari seluruh Australia telah melakukan pertemuan di Adelaide untuk lebih memahami resiko kesehatan yang berhubungan dengan perjalanan luar angkasa.
Asosiasi Kedokteran Luar Angkasa Australasian mengadakan konferensi tiga hari yang membahas tantangan medis yang melingkupi manusia di luar angkasa.
Pembicara tamu dan mantan astronot Kanada, Dr Robert Thirsk, menghabiskan 205 hari di luar angkasa.
Ia ingin agar lebih banyak orang melihat sendiri apa yang terjadi di luar Bumi.
"Saya tak sabar menunggu hari ketika kita terbang tak hanya puluhan atau ratusan orang per tahun, tapi puluhan ribu orang per tahun," harapnya.
Dr Robert mengatakan, pemahaman lebih baik tentang resiko medis dari perjalanan luar angkasa begitu penting.
"Lingkungan luar angkasa, hampa, temperatur yang ekstrim, radiasi, massa tubuh begitu cukup sulit untuk tubuh manusia," ungkapnya.
Ia berujar, "Kami bertekad untuk terus mengeksplorasi ruang angkasa sehingga kami harus menyiapkan langkah-langkah penanganan medis yang memungkinkan astronot untuk melanjutkan dan bereksplorasi di ruang angkasa."
Sejumlah studi yang mencari cara untuk menangkal dampak fisiologis tengah dilakukan.
Dr Gordon Cable dari Asosiasi Kedokteran Luar Angkasa Australasian mengatakan, resiko perjalanan luar angkasa masih belum banyak diketahui.
"Kami membutuhkan banyak penelitian di banyak sektor yang berbeda dan saat ini, kita memiliki populasi manusia yang telah terbang ke luar angkasa sangat terbatas," sebutnya.
Ia menambahkan, "Ada banyak hal yang masih kita tak ketahui tentang luar angkasa dan efeknya pada fisiologi manusia."
Dr Gordon mengatakan, masalah yang akan dihadapi turis luar angkasa adalah menyesuaikan diri dengan mikrogravitasi.
"Mungkin itu salah satu aspek yang menarik dari penerbangan luar angkasa bagi banyak wisatawan tapi itu memiliki beberapa resiko tak terduga seperti mabuk gravitasi dan interaksi dengan proses penyakit tertentu yang mungkin dimiliki pasien, misalnya masalah sistem kardiovaskular yang mereka alami atau dengan obat yang mereka konsumsi," jelasnya.