Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Menyelamatkan kota tua Jakarta dari kehancuran

Sebuah pendekatan baru dilakukan dalam upaya menyelamatkan kawasan kota tua di Jakarta dari kehancuran. Seperti apa mekanismenya?

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Lamat-lamat terdengar alunan musik ketika saya melangkah ke dalam gedung tua bekas gudang rempah-rempah di masa kolonial Belanda itu.

Di ruangan agak temaram, yang dihiasi jendela raksasa dan atap nan tinggi, terlihat ada lima atau enam orang tengah menikmati sajian menu makan siang.

Siang pekan lalu, saya diantar oleh Radika Soleh, salah-seorang manajer Historia food and bar, melihat sejumlah ruangan di gedung yang terletak di kawasan kota tua Jakarta.

"Dulu memang tempatnya sedikit angker," katanya. "Kalo malam, ngeri-lah kalo datang ke sini." Radika mulai membuka pembicaraan saat saya menanyakan mengapa pihaknya tertarik membuka usaha di kawasan kota tua.

Tapi, imbuhnya cepat-cepat, julukan 'seram' itu berangsur-angsur hilang dari ingatan orang banyak, ketika kawasan kota tua Jakarta digenjot menjadi kawasan kunjungan wisata utama.

Setelah melihat langsung lokasinya, lanjutnya, bosnya kemudian tertarik menyewa gedung itu kira-kira satu setengah tahun lalu. "Di sini lahan menarik buat kita membangun usaha restoran," kata Dika –panggilannya– mencoba mengenang.

Saya mewawancarai Dika di ruangan utama restoran itu. Dia mengatakan, kecuali menambahkan pernik-pernik hiasan, pihaknya sama-sekali tidak mengubah wujud fisik bangunan cagar budaya tersebut. "Ubin dan dindingnya, juga tiang-tiangnya, masih asli," katanya.

Gedung-gedung tua ambruk

Rekomendasi Untuk Anda

Kira-kira seratus meter dari restoran itu, sebuah gedung tua yang nyaris runtuh tengah diperbaiki. Lokasinya persis di belakang gedung Jasindo –baru selesai direnovasi dan terlihat lebih mentereng.

Saya juga melihat setidaknya dua gedung yang nyaris ambruk terlihat sedang direnovasi. Itulah gedung Dharma Niaga dan Kerta Niaga. Di depan gedung ini, yang ditutup pagar seng, ada spanduk bertuliskan A project by Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC).

JOTRC, sebuah konsorsium swasta, didirikan sekitar tiga tahun lalu oleh beberapa orang yang merasa prihatin terhadap upaya pengembangan kawasan kota tua Jakarta yang dikesankan 'berjalan di tempat'.

Akibat dilamun waktu, sebagian gedung tua bersejarah di kawasan kota tua mengalami kerusakan dan sebagian ambruk. Inilah kenyataan pahit yang menjadi keprihatinan "tokoh masyarakat dan pengusaha" yang berada di balik pendirian JOTRC.

Dalam temuan mereka, faktor penyebab macetnya upaya revitalisasi kawasan kota tua Jakarta karena sebagian besar pemilik gedung-gedung cagar budaya itu adalah individu dan BUMN.

Bisa ditebak, jika diurut-urut, keengganan sang pemilik untuk merawat bangunan tua adalah soal duit. Bukan rahasia lagi biaya perawatan bangunan tua yang berusia tahunan bisa menguras isi dompet. ,

Masalahnya, mereka diwajibkan merawatnya dan dilarang keras menjual atau mengubah bangunannya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas