Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gara-gara Nikah, Ibu Bakar Anak Perempuannya Hingga Tewas

Wanita bernama Parveen itu tega melakukan perbuatan keji tersebut karena sang anak menikah tanpa persetujuan keluarga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Gara-gara Nikah, Ibu Bakar Anak Perempuannya Hingga Tewas
Kompas.com
Foto Zeenat Rafiq yang terpasang di sertifikat pernikahannya. week 

Namun, Rafiq sudah telanjur tewas ketika polisi tiba di lokasi kejadian.

Rafiq dan suaminya Hassan Khan diketahui menikah seminggu lalu di hadapan pengadilan setelah sebelumnya Rafiq kabur dari

Dia pergi dan tinggal bersama keluarga Hassan.

"Ketika dia mengaku kepada orangtuanya tentang kami, dia langsung dihajar dengan keras. Darah sampai keluar dari hidung dan mulutnya," kata Hassan.

"Keluarga Rafiq meminta dia kembali dan menjanjikan rekonsiliasi dengan pesta pernikahan yang pantas. Namun, dia tetap takut," kata dia.

"'Mereka tak akan memberikan kesempatan kepada saya', begitu kata dia," ujar Hassan lagi.

Menurut Hassan, dengan keraguan yang melanda, Rafiq sesungguhnya tak mau kembali ke rumah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Namun, pihak keluarga terus berusaha meyakinkan dia," ungkap pemuda itu.

"Namun, tak pernah kami bayangkan bahwa dia akan dibunuh seperti sekarang ini," katanya.

Kebiasaan tak berubah

Hampir 1.100 wanita di Pakistan dibunuh oleh sanak keluarganya sendiri sepanjang tahun lalu.

Pembunuhan itu umumnya mereka sebut sebagai pengorbanan untuk menyelamatkan kehormatan keluarga.

Sebuah lembaga independen Human Rights Commission of Pakistan (HRCP) mengungkapkan, masih banyak kasus serupa yang tak dilaporkan.

Kekerasan terhadap wanita oleh famili sendiri seolah menjadi hal yang lumrah di Pakistan.

Najam U Din, selaku salah satu Direktur HRCP, mengatakan, kebiasaan sosial di Pakistan ini tak berubah meski sudah terjadi peningkatan taraf pendidikan dan juga kebebasan bagi kaum perempuan.

"Jadi, ketika wanita menjadi lebih tegas dan enggan tunduk kepada keluarga, misalnya ketika mereka berkeras untuk melanjutkan pendidikan, atau mengambil keputusan independen lainnya, lingkungannya akan melarang," kata Din.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas