Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pameran Erotopia Jepang, Pameran Dewasa Sekitar Seks, Wanita dan Love Hotel

Pameran dengan tema "Tuhan berdiam setempat (di lokasi lokal)" merupakan kumpulan karya foto Tsuzuki

Pameran Erotopia Jepang, Pameran Dewasa Sekitar Seks, Wanita dan Love Hotel
Foto Ist
Berbagai boneka erotik dan foto hotel Love serta boneka dan berbagai alat seks untuk pacaran dipamerkan mulai 11 Juni sampai dengan 31 Juli mendatang di Shibuya Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bidang erotika, seks dan sekelilingnya memang menarik untuk ditampilkan.

Itulah yang digarap dalam penampilan pameran erotika karya artis Jepang ini, Tsuzuki Kyoichi sejak 11 Juni lalu hingga 31 Juli mendatang di Shibuya Tokyo.

Pameran dengan tema "Tuhan berdiam setempat (di lokasi lokal)" merupakan kumpulan karya foto Tsuzuki dari 60 Love Hotel atau hotel buat kencan di Jepang.

Foto-foto tempat tidur atau ruang tidur bagi yang berpacaran di Love Hotel dengan segala macam fasilitas menarik sekali kita perhatikan, mulai tempat tidur, penerangannya, fasilitas yang diberikan dan sebagainya.

Selain itu juga ditampilkan boneka erotik dengan wajah cantik seperti manusia, alat-alat untuk bermain seks, obat-obatan seks dan sebagainya lengkap jadi satu di tempat pameran tersebut.

Sebuah boneka wanita cantik sekali yang sempat berharga 700.000 yen sebuah karena lembut seperti manusia, juga jadi perhatian utama pameran erotik ini.

Boneka tersebut dapat dipakai untuk melakukan seks bagi kaum lelaki.

Untuk melihat pameran ini memang perlu merogoh kantong 1000 yen per orang, yang dibuka mulai jam 11 siang sampai dengan jam 21:00 malam.

Ada event dan acara talk show juga dengan Tsudzuki, namun jumlah dibatasi maksimal 20 orang. Oleh karena itu harus booking terlebih dulu.

Pameran dengan produk orang dewasa ini memang tidak mencantumkan larangan masuk bagi anak-anak.

Namun bagi yang belum usia dewasa mungkin sebaiknya jangan datang dan melihat pameran ini, ungkap seorang anggota panitia kepada Tribunnews.com.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas