Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Arsitek Indonesia Ini Tangani Proyek-proyek Besar di AS

Kini Haris merupakan salah satu Principal di DDG yang membawahi sebuah studio desain.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Arsitek Indonesia Ini Tangani Proyek-proyek Besar di AS
ddg.us
Haris Koentjoro 

TRIBUNNEWS.COM -- Sejak tahun 1999, Haris Koentjoro hijrah ke Amerika Serikat dan mencoba meniti karir di perusahaan desain dan arsitektur, Development Design Group atau DDG.

Kerja keras dan kemampuan kerjanya diakui di perusahaan yang memiliki banyak proyek di Indonesia sejak 30 tahun yang lalu ini.

Kini Haris merupakan salah satu Principal di DDG yang membawahi sebuah studio desain.

"Jadi saya mulai masuk sebagai designer, junior designer waktu itu, meskipun di Indonesia pengalamannya sudah banyak, tapi begitu di AS jadi junior designer lagi," kata dia kepada VOA Indonesia.

"Terus di sini kan ada beberapa tahap, jadi senior designer, kemudian associate, kemudian senior associate, sekarang saya jadi principal," sambung dia.

Sebagai principal, tugas Haris meliputi tanggung jawab menjalankan studio dengan berbagai proyek di Indonesia dan bekerjasama dengan enam studio lain di DDG yang dibagi per kawasan.

"Jadi, spesialisasi kami adalah di bidang perencanaan massal dan mendesain proyek yang besar dan kompleks," jelas Anthony van Vliet, Presiden dan CEO dari DDG.

Rekomendasi Untuk Anda

DDG didirikan pada tahun 1978, dengan 50 persen proyeknya tersebar di seluruh dunia.

Menyusul kiprah internasional ini, DDG pun memiliki karyawan yang berasal dari berbagai negara.

"Saat ini kami ada di sekitar dua puluh negara, jadi latar belakang kami sangat beragam. Kami juga diuntungkan dengan hal itu karena kami jadi punya desain yang berkualitas karena kami mendapat masukan dari berbagai kebudayaan yang berbeda," kata Anthony.

"Jadi kami mengumpulkan ide dari berbagai pihak dan hal ini menghasilkan sinergi yang baik dengan desain studio kami," tambah Anthony.

Selain Haris, ada dua orang diaspora Indonesia lain yang bekerja di BBG dan seorang karyawan magang.

Kehadiran mereka di DDG dapat dikenali tidak hanya dari busana batik yang kerap mereka kenakan, tapi juga dari prestasi kerja seperti yang ditunjukkan oleh Haris.

"Haris adalah pria yang sangat berbakat dan kami sangat beruntung memilikinya. Saya menghargai Haris dan hubungan kerja kami sangat baik," sambung Anthony lagi.

Haris menilai, orang Indonesia memang memiliki kelebihan kemampuan dan pengetahuan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas