Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tim Investigator Sebut MH370 Sempat Hilang Kendali Sebelum Jatuh ke Laut

Kesimpulan terbaru tim investigator insiden pesawat MH370 menyebut pesawat itu sempat hilang kendali sebelum jatuh.

Tim Investigator Sebut MH370 Sempat Hilang Kendali Sebelum Jatuh ke Laut
The Guardian/AFP/Getty Images
Sepotong puing yang ditemukan di Tanzania dan telah dikonfirmasi merupakan potongan pesawat hilang MH370. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY - Kesimpulan terbaru tim investigator insiden pesawat MH370 menyebut pesawat itu sempat hilang kendali sebelum jatuh.

Dugaan tim investigator di Sydney, Australia, Rabu (2/11/2016), itu jelas bertolak belakang dengan spekulasi sebelumnya.

Sebelumnya, Boeing 777 Malaysia Airlines yang hilang sejak Maret 2014 itu diduga sengaja dikendalikan mengarah ke laut.

Namun, kali ini tim investigator memperoleh fakta yang membuktikan bahwa dugaan itu ternyata tidak benar.

Tim investigator menemukan bahwa potongan sayap pesawat MH370 yang sejauh ini ditemukan tidak membuktikan bahwa pesawat sengaja dijatuhkan.

Melalui potongan sayap tersebut, diketahui bahwa pesawat tidak jatuh dalam posisi mendarat, karena sayap pesawat berkondisi seperti ditarik.

Kondisi seperti itu bahkan menimbulkan adanya dugaan bahwa pesawat jatuh begitu saja karena tak ada yang memegang kendali atas pesawat itu.

Bisa jadi jatuhnya MH370 disebabkan bahan bakar pesawat habis saat tidak ada pilot yang memegang kendali pesawat.

Komunikasi satelit dengan MH370 juga menunjukkan bahwa setelah MH370 terus dalam ketinggian stabil, tiba-tiba saja pesawat itu hilang.

"Kesimpulannya bisa jadi pesawat itu sedang beroperasi tanpa kendali atau ada yang memang mengendalikannya demikian," kata Ketua Operasi Pencarian MH370, Peter Foley.

Pencarian lebih banyak lagi puing MH370 masih dilakukan Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB).

Rencananya, ATSB akan selesai menyisir Samudera Hindia Desember nanti.

Malaysia, Australia, dan Tiongkok telah bersepakat bahwa upaya pencarian akan dihentikan jika penyisiran itu tak juga membuahkan hasil.

Pengecualian berlaku jika ada bukti terbaru yang dapat membantu pencarian pesawat itu di lokasi spesifik tertentu. (AFP/The Sun)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas