Anak Penjual Sayur Menang Olimpiade Matematika di Malaysia
Di dalam sebuah bangunan bertingkat dua, Pono terlihat asyik bermain bersama teman sebayanya.
Editor:
Hasanudin Aco
"Ingin melihat negeri sendiri," kata Pono.
Ibu Pono, Tabita, mengaku bangga ketika Pono menjadi juara Olimpiade Matematika.
Tabita mengaku tak bisa memberikan apa-apa, kecuali motivasi agar Pono dan saudara-saudaranya bekerja keras untuk bertahan hidup.
Meski memiliki pendidikan rendah, Tabita tak mau Pono dan saudaranya bernasib sama seperti dirinya.
Pono memiliki tujuh saudara. Dua orang telah mengenyam bangku kuliah, sisanya berada di bangku SMK, SMP, SD dan TK.
Semua biaya pendidikan ditanggung dengan hasil kebun di ladang.
"Semuanya harus sekolah," ujar Tabita.
Penulis : David Oliver Purba
Berita Populer
Baca tanpa iklan