Rusia dan Iran Mengutuk Keras, Sekutu AS Puji Serangan 59 Rudal ke Suriah
Rusia melihat operasi Amerika Serikat ini akan menimbulkan keretakan hubungan antara Moskow dan Washington.
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Johnson Simanjuntak
"Salah satu tujuan dari tindakan ini sangat terbatas dan sesuai untuk mencegah rezim menggunakan gas kimia dengan cara mengerikan," katanya kepada BBC.
Dalam sebuah pernyataan bersama, kanselir Jerman, Angela Merkel Kanselir Jerman dan Presiden Perancis, François Hollande mengatakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad, "harus bertanggung jawab."
Juru bicara presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin, mengatakan serangan Amerika sangat positif menanggapi yang aksi "kejahatan perang" di Suriah, di mana perang sipil enam tahun telah menyebabkan kematian hampir 400.000 orang dan menciptakan Krisis pengungsi ketika jutaan warga berusaha melarikan diri dari negeri itu.
Serangan Amerika juga dipuji oleh Israel dan Arab Saudi, dua sekutu penting Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan kantor berita Saudi Arabian, SPA, menilai serangan itu merupakan "keputusan berani" oleh Presiden Trump.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan dia berharap tindakan ini akan "berdampak nyata tidak hanya di Damaskus, tetapi di Teheran, Pyongyang dan tempat lain." (NYTimes/AP/NHK/Washington Post/BBC)