Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Mesin Vending Glico Jepang Tahun 1931, Lihat Film Dulu Baru Permennya Muncul

Layaknya penjual asli, vending machine akan mengeluarkan barang yang kita inginkan setelah kita membayarnya dengan cara memasukkan sejumlah koin.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mesin Vending Glico Jepang Tahun 1931, Lihat Film Dulu Baru Permennya Muncul
Koresponden Tribunnews/Richard Susilo
Mesin Vending Glico tahun 1931 menunggu barang ke luar harus lihat film dulu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Vending machine atau mesin jual otomatis adalah mesin yang dapat mengeluarkan barang-barang seperti makanan ringan, minuman ringan seperti minuman soda, alkohol, rokok, tiket lotre, produk konsumen dan bahkan emas dan permata untuk pelanggan secara otomatis.

Layaknya penjual asli, mesin ini akan mengeluarkan barang yang kita inginkan setelah kita membayarnya dengan cara memasukkan sejumlah koin maupun uang kertas.

Namun khusus mesin vending pertama Glico yang memproduksi Pocky tahun 1931, barang akan keluar setelah kita menonton film di mesin tersebut.

"Mesin itu setelah dimasukkan koin akan menayangkan film di layar pada mesin tersebut. Tunggu sekitar 15 detik barulah ke luar permen Glico yang kita harapkan," kata Kimura, seorang petugas Museum Glico saat Tribunnews.com mengunjunginya Minggu (21/5/2017).

Film yang harus kita lihat adalah sejarah Glico dengan dimulainya pabrik besarnya di Osaka pindahan dari daerah lain karena perusahaan semakin besar.

Baca: Korut Marah Jepang Dukung Rencana AS Menyerang Korea Utara

Berita Rekomendasi

Lambang anak desa Jepang yang berlari, menjadi lambang terkenal di pinggiran kali di tengah Kota Osaka.

Melihat lambang anak berlari itu semua orang tahu kalau itu lambang Glico.

Memasuki Museum Glico memang gratis tetapi harus booking dulu beberapa hari sebelumnya, tak bisa langsung ke sana.

Berhenti di Stasiun Kitamoto, dari Tokyo sekitar satu jam dengan biaya 850 yen per satu orang untuk sekali jalan. Jadi kalau bolak balik uang kereta api saja 1.700 yen per orang.

Dari Stasiun Kitamoto ada bus tetapi sangat jarang sekali. Kalau naik bus hanya bayar 220 yen, tetapi naik taksi bayar sekitar 1500 yen menuju museum tersebut. Memang agak sulit dicapai.

Lalu apa yang menarik?

Sejarah Glico bisa kita peroleh dengan rinci di sana, termasuk melihat proses pembuatan permen atau kue stik panjang Glico yang terkenal dengan nama Pocky berbagai rasa. Ada Pocky teh hijau, strawberry dan sebagainya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas