Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Zamboanga Tangkap 2 Anggota Teroris Kelompok Abu Sayyaf

Albarico mengatakan pasukan keamanan menyita tiga bom topi dan botol kecil dan alat perakitan bom lainnya dari rumah Murasidol.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Polisi Zamboanga Tangkap 2 Anggota Teroris Kelompok Abu Sayyaf
AP
Jet tempur militer Filipina membombardir lokasi yang diyakini sebagai tempat persembunyian komandan kelompok Abu Sayyaf dan pemimpin kelompok yang telah berbaiat dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), Isnilon Hapilon, Sabtu (27/5/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, ZAMBOANGA - Dua anggota kelompok teroris Abu Sayyaf, yang berafiliasi dengan ISIS ditangkap secara terpisah dalam penggerebekan di Pantai Barat di Kota Zamboanga, Selasa (30/5/2017) malam.

Yang ditahan Al Hamed Manalas Abdurahman (37) dan Murasidol Manalas Abdurrahman (32), menurut Polisian Kota Zamboanga, Diomarie Albarico.

Albarico menjelaskan, pasukan yang menangkap dipimpin oleh Inspektur Kepala Elmer Solon.

Tim pertama kali menangkap Al Hamed Manalas Abdurahman.

Ia ditangkap pukul 6:40 malam waktu setempat di Barangay Maasin.

Tim menangkap Al Hamed Manalas Abdurahman dan menyita lima senjata M16, sembilan peluru dan baut rakitan untuk M16.

Tim kemudian menggerebek rumah Murasidol dan menangkapnya pukul 7 malam ketika di subdivisi lain di dekatnya Barangay Ayala.

Rekomendasi Untuk Anda

Albarico mengatakan pasukan keamanan menyita tiga bom topi dan botol kecil dan alat perakitan bom lainnya dari rumah Murasidol.

Murasidol, alias Ted Amman Abdurajic dan Teddung, mengakui ketika interogasi bahwa ia menjadi anggota Abu Sayyaf di bawah sub pemimpin Idang Susukan pada tahun 2014.

Penangkapan ini dilakukan setelah personil penjaga pantai menangkap anggota Abu Sayyaf bernama Kimhar Asusi, alias Abu Kimar (32) penduduk asli Barangay Bawisan, kota Parang, Sulu.

Asusi, yang berasal dari Jolo saat itu menjadi penumpang feri yang diduga berusaha menyelinap ke kota.

Tapi ia berhasil ditangkap setelah ia gagal untuk menunjukkan kartu identifikasi.

Penjagaan kota diperketat dan menerapkan kebijakan 'Tanpa identitas, tak boleh masuk' untuk mencegah masuknya teroris ke kota untuk melakukan serangan terorisme. (Philstar)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas