Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Saat Presiden AS Makin Tersudut oleh Pernyataan Mantan Direktur FBI

Trump memecat Comey pada 9 Mei 2017. Comey juga mengatakan, dalam sebuah pertemuan pada tanggal 27 Januari Trump menuntut janji loyalitas

Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Saat Presiden AS Makin Tersudut oleh Pernyataan Mantan Direktur FBI
BUSINESS INSIDER
Donald Trump 

TRIBUNNEWS.COM - James Comey, Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) yang dipecat Presiden AS, Donald Trump, merilis pernyataan bahwa Trump mendesaknya membatalkan penyelidikan terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional, Michael Flynn.

Pada Kamis (8/6/2017) waktu Washington DC, Comey dijadwalkan menghadap senat AS untuk memberikan keterangan mengenai keterlibatan Rusia dalam kampanye pemilu di AS.

Hal ini menjadi isu tidak nyaman bagi Trump, yang disebut-sebut dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Beberapa media bahkan menuduh Trump telah dipengaruhi oleh Rusia menjelang pemilihannya.

Sebelum datang ke Capitol Hill di Washington DC, Comey merilis pernyataan setebal tujuh halaman, yang menggambarkan bagaimana Trump berusaha menekannya.

Trump dilaporkan berusaha mempengaruhi Comey agar membatalkan pemeriksaan soal campur tangan Rusia selama kampanye Pilres AS yang dimenangkan Trump.

Karena isu tersebut, Trump terpaksa memecat penasehat keamanannya Flynn, yang terbukti telah memberikan keterangan bohong tentang kontaknya dengan Rusia.

Berita Rekomendasi

"Saya harap Anda bisa melihat jalan yang jelas untuk membiarkan hal ini, membiarkan Flynn melanjutkan tugasnya. Dia orang yang baik," kata Comey mengutip kata-kata Trump dalam sebuah pertemuan 14 Februari 2017 di Oval Office, Gedung Putih.

"Saya mengerti bahwa presiden meminta agar kami menghentikan investigasi terhadap Flynn sehubungan dengan pernyataan salahnya tentang kontaknya dengan duta besar Rusia pada Desember (2017)," tambahnya.

Trump memecat Comey pada 9 Mei 2017. Comey juga mengatakan, dalam sebuah pertemuan pada tanggal 27 Januari Trump menuntut janji loyalitas, hanya beberapa hari setelah isu campur tangan Rusia untuk memenangkannya semakin gencar.

 "Presiden mengatakan, 'Saya perlu loyalitas, saya mengharapkan loyalitas.' Saya saat itu tidak bergerak, berbicara, atau mengubah ekspresi wajah saya selama keheningan yang membuat canggung, "kata Comey.

Pernyataan Comey dipublikasi sehari menjelang penampilannya di Senat, dan tidak lama setelah senat menanyai dua kepala agen mata-mata AS tentang upaya Trump memecat Direktur FBI itu dan apakah mereka menerima tekanan.

Baik Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats, maupun Kepala Badan Keamanan Nasional, Mike Rogers, mengatakan bahwa mereka tidak pernah merasa "tertekan" untuk bertindak.

"Saya tidak pernah merasakan tekanan untuk melakukan campur tangan atau mengganggu penyelidikan dengan cara apapun dalam hubungan dengan investigasi yang sedang berlangsung," kata Coats.

Presiden Trump sudah mengumumkan calon barunya untuk memimpin FBI, yaitu pengacara Christopher Wray, yang pernah menjadi pejabat Departemen Kehakiman di bawah kepemimpinan Presiden George W Bush.

Pencalonan Wray masih harus dikonfirmasi oleh Senat.

Trump memecat Comey karena kesal dengan penyelidikan yang berlanjut mengenai apakah anggota kampanye pemilihannya berkolusi dengan Rusia untuk mengalahkan saingannya Hillary Clinton.

Senat AS kini juga sedang menyelidiki, apakah Trump melakukan upaya-upaya untuk menghalang-halangi upaya penegakan hukum -sebuah tuduhan tuduhan yang menyebabkan Presiden Richard Nixon terpaksa mengundurkan diri tahun 1973.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas