Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pria Kelainan Saraf Diduga Jadi Pelaku Insiden Bom Sekolah di Tiongkok

Seorang pria kelainan saraf diduga menjadi pelaku insiden bom sekolah taman kanak-kanak di Tiongkok, Kamis (15/6/2017).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pria Kelainan Saraf Diduga Jadi Pelaku Insiden Bom Sekolah di Tiongkok
(Washington Post/AP/Li Xiang)
Insiden bom sekolah taman kanak-kanak di Tiongkok, Kamis (15/6/2017). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, JIANGSU - Seorang pria kelainan saraf diduga menjadi pelaku insiden bom sekolah taman kanak-kanak di Tiongkok, Kamis (15/6/2017).

Kepolisian Tiongkok, Jumat (16/6/2017), meyakini seorang pemuda berusia 22 tahun menjadi pelaku yang memasang alat peledak di sebuah sekolah di Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Melalui penyelidikan dan uji DNA, polisi mengidentifikasi bahwa pelaku bernama belakang Xu.

Xu diketahui merupakan seorang pemuda yang pernah dikeluarkan dari sekolah.

Serta bekerja dan tinggal di dekat sekolah yang menjadi targetnya itu.

Selain itu, Xu juga diketahui menderita kelainan atau disfungsi saraf yang membuat dirinya menderita masalah jantung dan pernapasan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami juga menemukan bahan-bahan untuk membuat alat peledak di kamarnya dan pada tembok kamarnya terdapat tulisan 'mati' dan 'bunuh'," jelas Wakil Kepala Kepolisian Jiangsu, Pei Jun.

Dikatakan Xu dikeluarkan dari sekolah lantaran kelainan saraf yang dideritanya itu.

Xu termasuk dalam total delapan orang korban tewas dalam insiden yang mencederai 65 orang itu.

Sebanyak dua orang tewas di lokasi dalam serangan bom tersebut, sedangkan enam orang lainnya tewas saat mendapat perawatan di rumah sakit.

Insiden bom terjadi sesaat menjelang jam pulang sekolah, tepatnya ketika sejumlah orangtua berkumpul di dekat gerbang sekolah untuk menjemput anak-anak mereka.

Atas insiden tersebut, Menteri Pendidikan Tiongkok meminta agar pejabat-pejabat di sektor pendidikan memastikan lingkungan sekolah-sekolah Tiongkok aman untuk pelajar dan guru. (Washington Post/Reuters)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas