Anak Presiden Dikecam Karena Unggah Foto Hanya Berpakaian Dalam Sambil Susui Anak
Foto yang diunggah Shagieva itu memicu perdebatan, terlebih karena ia tampil nyaris telanjang dan hanya memakai pakaian dalam.
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, BISHKEK - Putri Presiden Kirgizstan, Aliya Shagieva, dikecam lantaran mengunggah foto dirinya yang hanya berpakaian dalam sedang menyusui anak, di Instagram.
Foto yang diunggah Shagieva itu memicu perdebatan, terlebih karena ia tampil nyaris telanjang dan hanya memakai pakaian dalam.
Dalam foto itu, Shagieva terlihat sedang menggendong bayinya yang berusia sebulan, Tagir, dan mendekap kepala Tagir ke bagian dadanya.
"Saya akan menyusui anak saya di manapun dan kapanpun ia membutuhkannya," demikian tulis Shagieva dalam keterangan foto yang diunggah April itu.
Namun, setelah foto tersebut menjadi bahan pergunjingan warganet dan dikecam "tak bermoral", Shagieva menghapus foto itu.
Dalam sebuah wawancara, Shagieva kemudian membahas soal foto yang menjadi kontroversial itu dan menjelaskan pandangannya.
"Tubuh yang saya miliki ini bukan sesuatu yang sembarang vulgar, tapi memiliki fungsi," jelas Shagieva, yang berprofesi sebagai seniman itu.
"Tujuan keberadaan tubuh saya ini adalah untuk memenuhi kebutuhan fisiologis bayi saya, bukan untuk jadi objek seksual," tegasnya.
Menurut Shagieva, dirinya mengunggah foto tersebut di Instagram hanya untuk memperlihatkan momen penuh kasih sayangnya dengan Tagir.
Meski pada akhirnya menuai kecaman, Shagieva tak peduli atas komentar-komentar warganet terhadapnya, sebab momen dengan bayinya lebih penting.
"Mengurus bayi saya dan memenuhi kebutuhannya lebih penting bagi saya ketimbang memikirkan apa yang orang-orang bilang soal saya," katanya lagi.
Kirgizstan, yang merupakan negara pecahan dari Uni Soviet, merupakan negara yang secara sosial sangat konservatif, mengingat mayoritas penduduknya memeluk ajaran Islam.
Tak heran jika kemudian foto Shagieva menjadi kontroversial, dan bahkan menurut Shagieva tak disenangi oleh kedua orangtuanya. (Independent)