Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala Urusan HAM PBB: Operasi Militer Myanmar Terhadap Rohingnya Tergolong Pembersihan Etnis

Berbicara pada awal Sidang Dewan HAM PBB, Zeid Ra'ad al-Hussein mengecam "operasi keamanan brutal" yang berlangsung di negara bagian Rakhine.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kepala Urusan HAM PBB: Operasi Militer Myanmar Terhadap Rohingnya Tergolong Pembersihan Etnis
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Warga pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar, menghindari asap (fogging) di lokasi penampungan Imigrasi kelas I khusus Medan, Sumatera Utara, Selasa (5/9/2017). Fogging tersebut dilakukan guna mencegah wabah penyakit demam berdarah yang sering muncul pada musim hujan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Kepala urusan HAM Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan operasi keamanan dan ketidakadilan yang dihadapi etnis minoritas Rohingya di Myanmar, "tampak tergolong pembersihan etnis."

Berbicara pada awal Sidang Dewan HAM PBB, Zeid Ra'ad al-Hussein mengecam "operasi keamanan brutal" yang berlangsung di negara bagian Rakhine.

Badan Pengungsi PBB mengatakan 270.000 orang dari Myanmar telah melarikan diri ke Bangladesh dalam tiga bulan terakhir.

Baca: DPR RI Desak Panglima Militer Myanmar Hentikan Kekerasan Terhadap Etnis Rohingya

Ia pun menunjuk citra satelit dan laporan mengenai "aparat keamanan dan milisi lokal yang membakar desa Rohingya" dan melakukan pembunuhan.

"Pemerintah Myanmar harus berhenti membakar rumah warga Rohingya dan desa mereka," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ditambah lagi Myanmar menutup akses kepada peneliti hak asasi manusia.

"Situasi saat ini tidak bisa sepenuhnya dinilai, tetapi situasi tampaknya seperti pembersihan etnis," katanya.

Baca: Pemerintah Segera Kirim Bantuan Bagi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Zeid pun tercengang mendengar laporan bahwa pemerintah Myanmar yang menanam ranjau darat sepanjang perbatasan.

Dilaporkan lebih dari 1.000 orang diyakini telah dibunuh dalam kekerasan di Myanmar, mayoritas adalah Muslim Rohingya.

Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan laporan resmi pemerintah, demikian laporan dari perwakilan badan dunia PBB kepada AFP.

Baca: Indonesia Ajak Negara OKI Kerjasama Selesaikan Krisis di Rakhine State

Laporan tersebut juga memberi saran kepada pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi untuk segera berbicara dan turut menghentikan kekerasan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas